Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Diduga Diserang Cacing, Sejumlah Sapi dan Babi di Manggarai Mati
Regional NTT

Diduga Diserang Cacing, Sejumlah Sapi dan Babi di Manggarai Mati

By Redaksi1 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Sapi Mati (Foto: Pelaihari Post)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNtt.com- Sejumlah binatang piaraan sapi dan babi milik warga di Kabupaten Manggarai dilaporkan mati secara tiba-tiba selama dua pekan terakhir.

Di Desa Pong Leko, Kecamatan Ruteng misalnya, warga melaporkan sapi dan babi mereka mati secara tiba-tiba.

Warga menduga penyebab matinya hewan peliharaan mereka karena cacing menyerang organ hati.

“Ada anggota kelompok ternak yang mengadu dan melaporkan jika ternak mereka mati mendadak,” kata Wakil Ketua DPRD Manggarai, Simprosa R Gandut kepada wartawan, Selasa (28/2/2017) .

Osi, sapaan akrab Simprosa R Gandut juga mengaku, selain di Kecamatan Ruteng babi bantuan pemerintah di Pong Ara, Kelurahan Pitak dan di Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong juga dilaporkan mati secara tiba-tiba selama dua pekan terakhir.

Kepala Dinas (Kadis) Peternakan Manggarai, Dan Konstantinus membenarkan ada kematian ternak sapi dan babi di sejumlah tempat di kabupaten itu.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, pihaknya mengirim tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Konstatinus menjelaskan, di Desa Pong Leko Kecamatan Ruteng, kematian sapi terjadi saat hujan yang terus mengguyur awal bulan Februari. Hujan tak henti, sementara sapi diikat di alam terbuka. Warga kemudian menemukan banyak sapi mereka mati tiba-tiba.

“Ada memang laporan ternak piaraan mati mendadak. Yang cukup banyak dari Kecamatan Ruteng, persisnya dari Desa Pong Leko. Kita langsung sikapi itu dengan melakukan investigasi di lapangan guna mengetahui penyebabnya,” ujarnya.

Berdasarkan hasil investigasi timnya, lanjut dia, ditemukan bahwa sapi-sapi itu diikat di alam terbuka saat hujan bercampur angin terjadi. Sapi-sapi itu memakan rumput basah terlalu banyak.

Karena itu, perut sapi kembung hingga perlahan-lahan mati. Keadaan itu diperparah dengan cuaca dingin yang luar biasa.

“Hasil investigasi juga ditemukan banyak cacing dalam hati. Cacing dalam hati itu juga yang menyebabkan beberapa ekor sapi mati,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Konstantinus langsung melakukan sosialisasi guna menghindari kematian sapi dan babi. Kata dia, hewan tersebut mesti dijauhi dari hujan berlebihan, terutama berkaitan dengan makanan.

Sedangkan untuk penyakit cacing hati, pihaknya langsung memberikan obat-obatan untuk ternak yang masih hidup.

Dikatakan, serangan penyakit cacing hati terjadi karena ternak mengonsumsi rumput yang telah terkena larva penyakit tertentu. Larva itu masuk ke dalam tubuh sapi dan larva kemudian berkembang menjadi cacing. Cacing itu menyerang dan hidup di dalam hati sapi. Jika jumlahnya sangat banyak, maka hati sapi rusak dan hancur sehingga sapi cepat mati.

Konstantinus meminta warga tidak mengonsumsi ternak yang mati, sebab sudah menjadi bangkai. Hal itu penting sekali guna menghindari penyakit ternak menyerang manusia. (Adrianus Aba/VoN)

Manggarai
Previous ArticleBalkis Soraya Soroti Kejanggalan dalam Kasus Kematian TKI Linda
Next Article Fraksi Golkar DPRD Mabar Dinilai Rakus

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.