Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kades Harus Laporkan Harta Kekayaan, Niko Martin: Ini Ide Menarik
Regional NTT

Kades Harus Laporkan Harta Kekayaan, Niko Martin: Ini Ide Menarik

By Redaksi3 Maret 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Niko Martin (Foto: Facebook Niko Martin)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com- Pegiat anti korupsi Niko Martin menyebut laporan harta kekayaan kades sebagai ide menarik.

Menurutnya, ide ini harus segera diterapkan guna mengimbangi kewenangan kades yang besar, termasuk kewenangan penggunaan keuangan negara.

“Bagi saya ini ide menarik dan harus segera diterapkan. Alasannya, kades itu pejabat publik sehingga ia wajib melaporkan harta kekayaannya”, katanya melalui pesan singkat pada Rabu (3/3/2017).

Martin menjelaskan sudah ada Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Undang-undang ini memberikan kewenangan begitu besar kepada kades untuk mengatur rumah tangganya sendiri, termasuk keuangan desa.

Karena kewenangan begitu besar, lanjut Martin, tidak menutup kemungkinan ada penyimpangan dalam pengelolaan dana desa yang berujung pada korupsi.

“Buah dari hasil korupsi itu nanti adalah meningkatnya jumlah aset yang signifikan dari pejabat desa”katanya.

Untuk mencegah hal tersebut, Martin  mendesak pemerintah untuk segera mengambil kebijakan atau aturan yang mengharuskan para kades terpilih untuk melaporkan harta kekayaannya.

“Mereka harus mengisi formulir tentang Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Ini dilakukan guna mendorong terciptanya pemerintahan desa yang transparan dan akutanbel serta bebas dari korupsi” tutur dia. (Ano Parman/VoN).

Manggarai Timur
Previous ArticleSejak Tahun 2010, Langke Rembong Jadi Gudang TKI Keluar Negeri
Next Article Komite Aksi Internasional Women’s Day Kecam Tindakan Represif di Kedutaan Arab Saudi

Related Posts

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

Cakades Termuda di Pilkades Wewa, Yohanes Dedipati Usung Desa MAJU

8 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.