Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Tolak Hasil Pilkades, Warga Golo Rentung Sambangi DPRD Matim
VOX DESA

Tolak Hasil Pilkades, Warga Golo Rentung Sambangi DPRD Matim

By Redaksi4 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga Golo Rentung Kecamatan Lambaleda mendatangi kantor DPRD Matim untuk mengajukan keberatan terhadap hasil pemilihan kepala desa pada Selasa, 28 Februari 2017 yang lalu
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com-Belasan warga Golo Rentung, Kecamatan Lambaleda mendatangi kantor DPRD Matim untuk mengajukan keberatan terhadap hasil pemilihan kepala desa pada Selasa, 28 Februari 2017  lalu.

Mereka tidak terima hasil pilkades karena calon terpilih diduga menggunakan cara kotor untuk mengalahkan saingannya.

“Kami tidak terima hasil ini karena ada bukti mereka bagi uang untuk mempengaruhi pemilih”, kata perwakilan rombongan Gaspar San kepada wartawan pada Jumat (3/3/2017).

Sebab itu, lanjut San, ia bersama rombongannya mengadu ke DPRD agar masalah ini diperhatikan.

“Kami ke sini supaya anggota DPRD tahu masalah ini. Harapannya, mereka perhatikan serius. Ini bukan untuk apa-apa, tapi kami cari keadilan saja”, tukas San.

Menanggapi keberatan tersebut, Ketua Komisi A, Leonardus Santoso menjelaskan mekanisme penyelesaian keberatan sesuai yang diatur dalam peraturan bupati tentang pemilihan kades.

Dalam perbup tersebut, lanjut Santoso, setiap jenis keberatan memiliki  mekanisme penyelesaian berbeda-beda.

“Kalau pelanggaran yang sifatnya administratif itu diselesaikan oleh panitia.  Kalau tidak puas, nanti akan ditangani panitia kabupaten. Kalau tidak puas juga maka ujungnya nanti ada keputusan bupati yang bersifat final dan mengikat” tambahnya.

“Sedangkan kalau menyangkut dugaan pelanggaran pidana, itu diselesaikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kalau begitu maka itu kewenangan polisi” katanya.

Sebab itu, politisi Demokrat ini menyarankan warga menempuh jalur hukum yang tersedia. Ia yakin proses hukum bisa memberi keadilan bagi semua pihak.

“Laporkan saja ke polisi biar nanti diproses. Yang penting laporan itu atas dasar fakta yang bisa dipertanggungjawabkan”, imbuhnya.***(Ano Parman/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleMasih Banyak TKI Ilegal, Ini Langkah Antisipasi Pemkab Manggarai
Next Article Dua Tahun Tower Telkomsel Tak Aktif, Masyarakat Doreng Sikka Kecewa

Related Posts

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.