Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Boni Hargens: Negara Perlu Perkuat Jati Diri dengan Kebudayaan
NASIONAL

Boni Hargens: Negara Perlu Perkuat Jati Diri dengan Kebudayaan

By Redaksi10 Maret 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Boni Hargens (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT-Gerakan primordial yang muncul belakangan ini adalah bagian dari permainan untuk memperjuangkan kepentingan terselubung.

Karena itu, negara dengan kewenangannya perlu menyikapi hal ini dengan kebijakan politik yang rasional dan konsekuen.

Selain kebijakan politik, negara juga perlu memperkuat jati dirinya dengan kebudayaan. Hal ini penting agar tidak mudah terombang-ambing oleh gelombang pengaruh budaya asing.

Hal ini disampaikan Pengamat Politik Lembaga Pemilihan Indonesia (LPI) Boni Hargens dalam diskusi pers Merawat KeIndonesiaan di Cikini Jakarta Pusat pada Jumat (10/3/2017).

“Perang melawan radikalisme dan sektarianisme ada pada dua front yaitu politik dan kebudayaan,” tegas

Hargens menegaskan keduanya harus kita menangkan untuk menjamin kelangsungan dan keberlanjutan pembangunan. Dengan demikian Indonesia akan bersatu, jaya, sejahtera dan berkeadilan sosial.

Usaha tersebut, lanjut Hargens, sejalan dengan ajaran Trisakti Bung Karno. Dalam Trisakti ini termuat penjuru dan koridor bangsa agar NKRI ini semakin besar dan kuat.

“Bangsa merdeka dan berdaulat mutlak memiliki tiga hal yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan,” tambahnya.*** (Ano Parman/VoN)

Previous ArticleLarangan Penayangan Langsung Sidang Korupsi e-KTP Dikecam KPI
Next Article Pemda Sikka Belum Respon Laporan Bencana SMK Budi Luhur, Kodim Sikka Turun Tangan

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

GMNI Kritik Presiden Prabowo, Akses Ekspor Nelayan Dinilai Tak Signifikan Tanpa Perbaikan Kepemilikan Kapal

17 Februari 2026

Benny Harman: Jurnalis Berperan Jaga Hukum dan Pluralisme di Labuan Bajo

10 Februari 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.