Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»PMKRI Diminta Tidak Terjebak Isu Primordialisme
HEADLINE

PMKRI Diminta Tidak Terjebak Isu Primordialisme

By Redaksi12 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Proses pelantikan ketua PMKRI Ruteng periode 2016-2017
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) diminta agar tidak terjebak dengan isu-isu primordialisme dalam memperjuangkan perubahan bangsa.

Ketua Pengurus Pusat (PP) PMKRI periode 2016-2018, Angelo Wake Kako mengatakan, sebagai elemen pengkaderan dan gerakan saat ini organisasi itu sedang diperhadapkan dengan tantangan global.

Tantangan itu dimana, setiap elemen pemuda di dunia berlomba-lomba agar mampu bersaing di era keterbukaan akses informasi, ekonomi, dan teknologi.

“Indonesia ini tidak bisa bersaing dengan Negara lain, jika kita masih sibuk dengan urusan persoalan perbedaan identitas. PMKRI harus menghargai perbedaan itu,” kata Angelo dalam sambutannya pada acara pelantikan Ketua PMKRI Ruteng, Dionisius Upartus Agat, Minggu (12/3/2017).

Dalam kegiatan yang berlangsung di aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai itu, Angelo mengatakan, Indonesia saat ini masih terjebak dalam politik sektrian dan pengelompokan. PMKRI menilai politik sektarian tersebut merupakan krisis besar yang sedang menghambat perjuangan pemuda untuk bersaing dengan Negara lain.

“Kita bersatu di bawah pancasila. Untuk PMKRI di NTT ini harus menghargai kaum minoritas. PMKRI hadir bukan untuk membela agama, tetapi PMKRI secara tegas melawan oknum yang mengganggu kohesi sosial kita terancam,” tegas mantan Ketua PMKRI Cabang Ende itu.

Senada dengan Angelo, Ketua PMKRI Ruteng Dionisius Upartus Agat mengatakan, organisasi berbasis Katolik itu sedang diperhadapkan dengan masalah sosial kemasyarakatan. Termasuk salah satunya politik sektarian yang dipraktikan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk memperembutkan kekuasaan.

Karana itu, arahan PP PMKRI tersebut menjadi catatan penting dalam kepemimpinannya selama satu tahun ke depan.

“Sacara teknis kita nanti kordinasi lintas cabang di Flores. Tapi tentu saja arahan PP PMKRI ini juga harus mempertimbangkan kondisi cabang masing-masing,” terang Pais saat diwawancarai VoxNtt.com usai acara pelantikan tersebut

Sedangkan terkait persiapan kadernya dalam menyongsong persaingan global, ia berkomitmen akan terus meningkatkan berbagai pelatihan, pembinaan, dan pendidikan.

“Sebenarnya selama ini PMKRI sudah lama mempersiapkan persaingan lewat berbagai pendidikan dan kaderisasinya. Hanya ke depan perlu ditingkatkan lagi,” katanya. (Adrianus Aba/VoN)

Manggarai
Previous ArticleKepala SDI Nunang Lamba Leda Diduga Lakukan Pungli
Next Article Suami Kepala SDI Nunang Lamba Leda Ancam Pecat Guru Komite

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.