Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Kepala SDI Nunang Lamba Leda Diduga Lakukan Pungli
HEADLINE

Kepala SDI Nunang Lamba Leda Diduga Lakukan Pungli

By Redaksi12 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT– Kepala SDI Nunang, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) diduga melakukan pungutan liar (Pungli) atas siwa penerima dana Program Indonesia Pintar (PIP).

Pungutan tersebut dilakukan setelah pencairan dana dengan modus pemotongan jatah per siswa.

“Dia potong 100 ribu. Katanya untuk biaya transportasi ke Borong. Selain transport, juga untuk guru-guru dan operator di sekolah,” kata orangtua siswa berinisial FVB kepada wartawan, Jumat (10/3/2017).

Ia mengaku heran dengan pungutan tersebut. Sebab itu, ia bersama orangtua siswa lainnya protes tapi tak digubris Kepsek. Oleh karena itu, ia mengadu ke Dinas Pendidikan Matim.

“Saya sudah ke dinas tadi. Di sana saya jelaskan semua. Dan mereka bilang dalam waktu dekat orang dari dinas akan ke SDI Nunang,” imbuhnya.

Kepsek Nunang Lusia Meni membenarkan pungutan tersebut. Tapi, ia keberatan jika disebut pungli karena pungutan tersebut atas dasar kesepakatan.

“Benar ada pemotongan 100 ribu. Tapi, saya tidak terima kalau itu dibilang pungli. Kenapa? Karena sudah ada kesepakatan dengan orang tua siswa penerima dana PIP,” katanya melalui telepon pada Sabtu (11/3/2017).

Ia menjelaskan dana ini diambilnya dari Dinas Pendidikan Matim di Borong. Untuk sampai di Borong, ia harus menempuh perjalanan jauh. Sebab itu, dibutuhkan biaya transportasi dan akomodasi.

“Kami potong ini bukan asal potong, tapi untuk biaya transpor dan akomodasi waktu ambil ini uang di Borong. Dan ini sudah disepakati bersama dengan orang tua siswa, bukan kemauan kami sendiri,” tegasnya. (Ano Parman/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleSekretaris Dinkes Matim: Pengumuman Hasil Seleksi THL Dilaksanakan Tertutup
Next Article PMKRI Diminta Tidak Terjebak Isu Primordialisme

Related Posts

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026

Kasus Dugaan Korupsi Eks Kadis DP3AKB Manggarai Timur Didorong Masuk Ranah Hukum

23 Mei 2026

Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

22 Mei 2026
Terkini

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.