Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pastor Silvi: Ranperda Mata Air Tidak Boleh Terikat Kepentingan Sesaat
Regional NTT

Pastor Silvi: Ranperda Mata Air Tidak Boleh Terikat Kepentingan Sesaat

By Redaksi13 Maret 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rm. Silvi Mongko
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com-Rohaniwan Katolik, Pastor Silvi Mongko, Pr menanggapi rancangan peraturan daerah (Ranperda) inisiatif DPRD Matim tentang perlindungan mata air.

Ia memandang ranperda ini sejalan dengan perjuangan Gereja Katolik dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keutuhan ciptaan.

BACA: DPRD Matim Godok Perda Perlindungan Mata Air

Untuk itu, Pengajar Seminari Kisol ini meminta anggota dewan untuk berpikir integral dan menjauhi kepentingan politik sesaat. Hal ini penting agar ranperda ini bermanfaat untuk banyak orang.

“Ranperda ini baik karena mengatur soal perlindungan mata air yang merupakan kebutuhan dasar manusia. Karena itu, ranperda ini tidak boleh terikat dengan kepentingan politik sesaat,” katanya.

Jika terikat kepentingan sesaat, kata Romo Silvi, ranperda ini tidak akan berguna bagi banyak orang, tapi sebaliknya menguntungkan pihak tertentu yang tidak berkehendak baik terhadap alam.

Ia menegaskan alam itu mulia. Ia melindungi dan memberi apa saja yang dibutuhkan manusia. Hal ini, kata Romo Silvi, sudah diterangkan dalam Ensiklik Laudato Si Paus Fransiskus.

“Dalam ensiklik ini, alam itu disebut ibu yang menyusui kita dan saudari yang melayani kita setiap saat,” imbuhnya. (Ano Parman/VoN).

Manggarai Timur
Previous ArticleDinilai Lamban Tangani Bencana Tanah Longsor, Ini Tanggapan Pemkab Matim
Next Article Uskup Agung Ende Dukung Kegiatan Sosial Mahasiswa Katolik Dunia di Flores

Related Posts

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.