Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sepeda Motor Tak Banyak, BPBD Matim Sering Sewa Milik Orang Pantau Bencana
Regional NTT

Sepeda Motor Tak Banyak, BPBD Matim Sering Sewa Milik Orang Pantau Bencana

By Redaksi16 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Plt. BPPD Matim, Anton Dergong
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Timur (Matim) sering menyewa sepeda motor orang dengan bayaran yang mahal. Sepeda motor tersebut disewa untuk digunakan para pegawai dalam memantau dan mengevakuasi bencana di daerah itu.

“Selama ini kita sewa kendaraan orang dan biayanya mahal. Karena itu, tidak semua lokasi terjangkau,” kata Plt. Kepala BPBD Matim Anton Dergong di ruang kerjanya , Selasa (13/3/2017).

Dergong mengatakan, selama ini jumlah kendaraan di BPBD Matim sangat terbatas. Padahal BPBD Matim dikabarkan sudah dinaikan statusnya dari tipe B ke tipe A.

Apalagi cakupan wilayah monitoringnya sangat luas. Akibat minimnya kendaraan operasional, terpaksa banyak lokasi rawan bencana yang tidak terpantau langsung oleh petugas.

Untuk menyiasati keterbatasan tersebut lanjut Dergong, pihaknya kerap menyewa kendaraan orang supaya mobilisasi lapangan berjalan baik. Itu pun dinilai tidak efektif dan tentu saja memboroskan anggaran.

“Kalau kendaraannya cukup, saya yakin semua petugas lapangan mudah memantau lokasi seperti itu. Dan kami juga tidak lagi menyewa kendaraan orang,” tukas Dergong.

Dikatakan, kendala yang dihadapi BPBD Matim tersebut berlangsung sejak lama. Tapi karena keterbatasan anggaran, kebutuhan sepeda motor operasional belum terpenuhi.

Karena itu, Dergong meminta alokasi anggaran untuk pembelian sepeda motor operasional para pegawai lapangan.

Sebab, kendaraan roda dua sangat penting untuk digunakan petugas lapangan dalam mengidentifikasi lokasi rawan bencana secara efektif. Itu juga mengingat, Matim merupakan daerah rawan bencana dan membutuhkan sentuhan pelayanan petugas BPBD.

“Kemarin memang kita usulkan tapi tidak dianggarkan (dalam APBD). Tapi tidak apa-apa. Harapan kami tahun depan bisa,” imbuhnya.(Ferdiano Sutarto Parman/ VoN).

Manggarai Timur
Previous ArticleIni Jawaban Anggota DPRD Mabar Terkait Bimtek di Bali
Next Article Kunjungi Ngada, Ini Agenda Konjen Australia

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.