Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Warga Napung Gete Terancam Jadi Penonton Proyek Bendungan
HEADLINE

Warga Napung Gete Terancam Jadi Penonton Proyek Bendungan

By Redaksi16 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sebagian areal genangan Waduk Napung Gete yang telah digusur. (Foto: Bung Manto)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com- Megaproyek Bendungan Napung Gete yang berlokasi di Desa Ilimedo dan Desa Werang, Kecamatan Waiblama, Sikka hanya akan menjadi barang tontonan bagi warga sekitar lokasi.

Pasalnya, proyek senilai Rp 897,9 miliar tersebut dinilai tidak melibatkan masyarakat sekitar area terdampak.

Hal ini disampaikan Koordinator Forum Petani Pemilik Lahan, Paulus Yansani kepada VoxNtt.Com beberapa waktu lalu saat ditemui di rumah salah satu pemilik lahan di Desa Ili Medo, Kecamatan Waiblama.

Menurutnya, sejak awal pengerjaan sampai saat ini hanya kurang lebih 5 orang penduduk setempat dilibatkan sebagai pekerja proyek. Fakta di lapangan justru lebih banyak pekerja berasal dari luar daerah.

“Dengan adanya pembangunan seharusnya berdampak secara ekonomi dalam bentuk tersedianya lapangan pekerjaaN,” ungkapnya.

Akan tetapi, bila kontraktor tidak melibatkan warga setempat maka dampak yang selama ini diklaim pemerintah hanya akan menjadi mimpi di siang bolong.

Yansani mengaku pernah mengajukan protes.

“Saya pernah protes tetapi mereka katakan ini masih pekerjaan awal,” terangnya.

Selain soal tenaga kerja, soal lain adalah pemanfaatan bahan alam. Yansani mengungkap Nindya Karya selaku kontraktor pernah membeli bambu dari Maumere.

Hal ini sangat disayangkan sebab ada banyak bambu milik warga baik di dalam lokasi maupun di luar lokasi.

“Konyol kan bambu disini digusur dan diinjak-injak sementara untuk pembangunan mereka beli dari luar,” ujarnya.

Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Tana Ai (Hipermata), Stanislaus Nong Lewuk

Sejalan dengan Yansani, tokoh muda Desa Werang, Stanislaus Nong Lewuk mengatakan pemerintah hanya mampu mengklaim soal trickle down effect dari waduk tetapi tidak memastikan itu terwujud.

” Selama ini forum petani pemilik lahan lah yang berjuang untuk itu,” ungkap mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere ini kepada VoxNtt.Com pada Rabu (15/3/2017).

Stanislaus yang juga merupakan Ketua Hipermata ini menuntut pihak kotraktor agar melibatkankan tenaga kerja dari kedua desa secara khusus atau Waiblama secara umum.

“Ada tenaga kerja kasar, ada tenaga teknis, dan juga armada dump truck kan di sekitar sini yah sebaiknya dipakai,” ujar Stanislaus. (Are De Peskim/VoN)

Sikka
Previous ArticleKonjen Australia Kunjungi Ngada, Ini Kata Bupati Marianus
Next Article Ini Jawaban Anggota DPRD Mabar Terkait Bimtek di Bali

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.