Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Soal Pindah Paket Lehong-Wae Reca, Demokrat Matim: Ini Kebijakan Sepihak
Regional NTT

Soal Pindah Paket Lehong-Wae Reca, Demokrat Matim: Ini Kebijakan Sepihak

By Redaksi17 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Matim, Leonardus Santoso
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Fraksi Demokrat akhirnya angkat bicara terkait kebijakan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim) yang memindahkan paket Lehong-Wae Reca ke tempat lain

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Matim, Leonardus Santoso menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan sepihak.

Ia beralasan kebijakan tersebut dibuat tidak sesuai rencana yang disepakati bersama DPRD dan tertuang dalam APBD.

“Yang memindahkan itu atas otoritas pemerintah saja atau bersama DPRD. Kapan rapat soal pemindahan itu dilaksanakan? Itulah makanya, Demokrat menolak kebijakan yang sepihak itu,” katanya melalui telepon, Jumat (17/3/2017).

Menanggapi pernyataan Demokrat, Kabid Bina Marga, Sipri Nena menjelaskan alasan pemindahan paket Lehong- Wae Reca tersebut.

“Waktu itu ada penolakan dari masyarakat, sehingga dipindahkan,” katanya kepada wartawan, Senin, 6 Maret lalu.

Walaupun dipindahkan kata Nena, kebijakan ini tidak mengubah pekerjaan utama. Hanya saja, lokasinya terbagi dalam segmen.

“Ada dua segmen. Yang pertama, Wae Reca-Kantor KPU. Kedua, Lehong-Peot. Dua segmen ini volumenya 3,735 km,” tegasnya.

Soal sebagian ruas Lehong-Peot yang belum dikerjakan lanjut dia, itu karena kekurangan anggaran.

“Ada sekitar 600 M yang mau masuk Peot memang belum hotmix. Itu karena kurang anggaran. Makanya, kami urpil saja kemarin,” imbuhnya.

Informasi yang dihimpun wartawan, paket ini dikerjakan oleh PT Floresco Aneka Indah dengan DAK 2016 sebesar Rp. 9.062.925.000. Konsultan Perencana CV El Munah dan Konsultan Pengawas CV Loka Pratama.

Pada saat pembahasan, paket ini sempat ditolak sebagian Anggota DPRD. Alasannya, ruas tersebut belum layak dihotmix karena masih telford. Masa hotmix di atas telford? Tanya anggota dewan saat itu.

Tapi, pemerintah tetap ngotot sehingga paket ini disetujui. Ruas itu dipaksakan untuk dihotmix agar memudahkan akses ke rumah pribadi milik pejabat besar di Matim. (Ferdiano Sutarto Parman/ VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleJembatan Wae Cebu Segera Dibangun
Next Article Demo Cuci Tangan Cara PPNI Ngada Rayakan HUT ke-43

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.