Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Demo Cuci Tangan Cara PPNI Ngada Rayakan HUT ke-43
KESEHATAN

Demo Cuci Tangan Cara PPNI Ngada Rayakan HUT ke-43

By Redaksi17 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Perawat bersama pasien gelar demo cuci tangan bersama dalam rangka Hut PPNI yang ke-43 di RSUD Bajawa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT– Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) merayakan hari jadinya ke-43 pada 17 Maret 2017.

Dewan pengurus Komisariat (DPK) PPNI Kabupaten Ngada merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-43 ini dengan cara menggelar demo cuci tangan di halaman RSUD Bajawa.

Direktur RSUD Bajawa, drg. Maria Wea Betu menjelaskan cuci tangan adalah budaya sejak turun temurun yang diajarkan orang tua pada masa dahulu.

Namun budaya ini sempat dilupakan dan terabaikan. Padahal ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga kebersihan diri maupun lingkungan.

” Zaman dulu orang tua selalu mengajarkan, sebelum masuk ke rumah terlebih dahulu harus cuci tangan dan cuci kaki dan di depan rumah sudah tersedia ember berisi air. Hal-hal inilah yang perlu kita galakan kembali kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Maria, budaya cuci tangan ini penting digalakan kembali. Sebab sebagian orang sering mengganggap hal ini sepele.

Karena itu, perlu ada komitmen dari seluruh elemen masyarakat, perawat, para dokter dan tenaga medis lainnya untuk mensukseskan budaya cuci tangan di masyarakat.

Sementara DPK PPNI Ngada, Yohanes Kenge mengatakan sejak awal berdirinya organisasi profesi itu senantiasa selalu mendampingi masyarakat Indonesia menghadapi tantangan kesehatan dari masa ke masa.

Kata dia, program pemerintah gerakan masyarakat sehat (Gemas) merupakan momentum keterlibatan perawat dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.

Peran perawat sebagai tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan selalu melakukan tindakan promotif, preventif, dan rehabilitas. Peranan yang komprehensif ini merupakan potensi besar yang perlu dimenfaatkan.

Hadir dalam acara itu Wakil Bupati Ngada Paulus Soliwoa, Direktur RSUD Bajawa drg Maria Wea Betu, seluruh perawat dan pegawai RSUD Bajawa lainnya. (Arkadius Togo/VoN).

Ngada
Previous ArticleSoal Pindah Paket Lehong-Wae Reca, Demokrat Matim: Ini Kebijakan Sepihak
Next Article Kadis Perhubungan Sebut Organda di Manggarai Mati Suri

Related Posts

Ibu dan Anak di Aimere Ngada Jadi Korban Kekerasan

9 Juni 2026

Mantan Kabag Ops Polres Nagekeo Diduga Bawa Kabur Anak Usia 5 Tahun

28 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.