Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Otto Gusti Madung Luncurkan Buku ‘Post Sekularisme, Toleransi dan Demokrasi’
HEADLINE

Otto Gusti Madung Luncurkan Buku ‘Post Sekularisme, Toleransi dan Demokrasi’

By Redaksi19 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere,VoxNtt.Com- Indonesia sebagai negara yang plural tak terelakan dari tantangan intoleransi. Mewujudkan toleransi dalam konteks demokrasi merupakan keharusan. Apa saja model toleransi yang cocok bagi Indonesia saat ini?

Pater Otto Gusti Madung, SVD dalam buku terbarunya ‘Post Sekularisme, Toleransi dan Demokrasi’ mengidentifikasi 2 bentuk toleransi.

“Dua bentuk toleransi itu adalah toleransi pasif dan toleransi otentik atau toleransi aktif,” tuturnya kepada VoxNtt.Com pada Sabtu (18/3/2017) di Sekretariat STFK Ledalero, Maumere ketika ditanyai terkait buku terbarunya tersebut.

Toleransi pasif adalah toleransi yang dimengerti sebagai hadiah dari kelompok mayoritas. Toleransi jenis ini merupakan patologi yang dialami semua kelompok mayoritas.

Toleransi pasif ini nampak di NTT. Kelompok minoritas dipaksakan untuk mematuhi aturan yang dibuat oleh kelompok mayoritas.

“Misalnya kalau Bulan Mei atau Oktober kita sering seenaknya menutup jalan umum dan menggunakannya untuk prosesi padahal itu ruang publik,” terangnya.

Sementara toleransi otentik adalah toleransi yang dimengerti sebagai hak. Setiap individu memiliki hak yang sama untuk tidak diintervensi baik oleh mayoritas maupun negara ke dalam ranah privat.

Penulis buku Post Sekularisme, Toleransi dan Demokrasi, Pater Otto Gusti Madung, SVD

Dalam kontek toleransi otentik tidak ada kelompok mayoritas maupun minoritas. Semuanya adalah individu yang memiliki hak yang sama.

Lebih jauh, Doktor Filsafat lulusan Hochschule für Philosophie München, Jerman yang telah menulis sejumlah buku ini mengatakan buku terbarunya tersebut merupakan cara dia turut berpikir tentang pluralisme dan demokrasi kita saat ini. Menurutnya belakangan ada upaya kapitalisasi terhadap agama.

Ini bisa dilihat dalam konteks Pilkada Jakarta. Salah satu contohnya misalnya ada ancaman bahwa jenazah pemilih paket tertentu tidak akan disholatkan.

Buku Post-Sekularisme, Toleransi dan Demokrasi karya Dr.Otto Gusti Madung  ini berhasil membahas secara komprehensif tentang bagaimana agama yang semula tersingkir dalam sekularisasi, sekularitas, sekularisme dan modernisasi mengalami kebangkitan kembali dalam masa kini yang dapat disebut sebagai pasca-sekularisme.

Tetapi kebangkitan agama–baik Katolik, Protestan, Islam, Yahudi, Hindu, Budha dan seterusnya–disertai fenomena meningkatnya jumlah umat beriman yang tampil sebagai born-again Christians atau ‘neo-konservatif Muslim/Salafi’.

Di tengah kebangkitan yang cenderung mengarah pada ekstrimisme dan radikalisme, tak bisa lain perlu upaya serius dan sungguh-sungguh untuk memperkuat kembali toleransi, multikulturalisme dan demokrasi, khususnya di Indonesia.

Buku Post Sekularime, Toleransi dan Demokrasi ini diterbitkan oleh Penerbit Ledalero, Maumere.

Peluncurannya telah dilakukan di Universitas Nusa Nipa pada (24/2/2017) lalu. Selanjutnya pada (27/3/2017) mendatang akan dilakukan diskusi bedah buku  di kampus FISIP Universitas Widya Mandira Kupang. (Are De Peskim/VoN)

Sikka
Previous ArticleBelajar Berdemokrasi, SMPK Frater Maumere Pilih Pengurus OSIS Model Pemilu
Next Article Tiga Mantan Menteri Ikut Terseret dalam Dugaan Plagiat Bupati Titu Eki

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.