Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Dalam Sebulan Puspas Maumere Sediakan Akta untuk 1000 Anak
Regional NTT

Dalam Sebulan Puspas Maumere Sediakan Akta untuk 1000 Anak

By Redaksi22 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com– Hanya dalam waktu kurang lebih satu bulan, Pusat Pastoral  (Puspas) Keusukupan Maumere sediakan akta untuk 1000 lebih anak di Sikka.

“Totalnya 1003 anak yang terpenuhi haknya atas akta kelahiran dan dikerjakan sejak akhir Januari sampai pertengahan Februari,” terang RD. Yoris Role Dage, Pr kepada VoxNTT.com di sela kegiatan evaluasi program tersebut pada Selasa (21/3/2017).

Jumlah anak-anak tersebut berasal dari 9 kecamatan dan 11 paroki di Sikka.

“Kami datang ke paroki bersama Dispenduk Capil dan melakukan pendataan,” ujar RD. Yoris, Pr.

Upaya pemenuhan hak anak atas administrasi kependudukan ini merupakan bagian dari program kerja sama antara Puspas Keuskupan Maumere dan Unicef.

Program dengan periode Agustus 2016-Maret 2017 tersebut dievaluasi pada Selasa (21/3/2017).

Selaku Manager Program, Yoris mengatakan selama pelakasanaan program tersebut pihaknya menghadapi beberapa kendala. Pertama adalah problem partisipasi umat atau masyarakat.

“Masyarakat masih pasif dalam mengupayakan pemenuhan hak administrasi kependudukan untuk anak mereka,” ungkap Yoris.

Kendala lainnya adalah pemahaman umat terkait peran gereja. Umat masih mempertanyakan posisi gereja ketika gereja mengurusi urusan pemerintah.

“Masyarakat itu kan umat gereja juga jadi sudah seharusnya gereja berperan,” tegasnya.

Terkait posisi pemerintah daerah dirinya mengemukakan keengganan aparat pemerintahan untuk bekerja dengan pihaknya.

Menurutnya, merek masih melihat apakah apakah ada instruksi pimpinan atau tidak terkait program tersebut.

Lebih jauh dirinya menegaskan peran Puspas dalam mengkoordinir peran pastoral.

“Harapan kita segala sesuatu untuk masyarakat atau umat dapat dilakukan secara keberlanjutan,” ungkapnya. (Are De Peskim/VoN).

Sikka
Previous ArticlePenyidikan Kasus Korupsi Dana Pilkada Dihentikan, Kinerja Kejari TTU Dipertanyakan
Next Article Orang Gangguan Jiwa Boleh Mengurus Kartu Indonesia Sehat

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.