Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Semarak Perayaan Nyepi Umat Hindu di Kupang
Feature

Semarak Perayaan Nyepi Umat Hindu di Kupang

By Redaksi27 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Semarak perayaan Nyepi di Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, Vox NTT- Umat Hindu di Kota Kupang, ibu kota provinsi NTT merayakan upacara Nyepi bersama.

Acara ini dibuka di halaman Kantor Walikota Kupang, kemudian melakukan long march menuju Lapangan Polda NTT.

Pawai melintasi jalan depan rumah jabatan Walikota Kupang, Lipo menuju jalan Eltari. Dalam long march  terus menampilkan tarian Barongsai dari etnis Cina di Kupang.

Selain Barongsai, nampak beberapa patung manusia yang bertubuh kekar, berkumis sangar nan beringas itu diarakan, dipikul oleh puluhan anggota pawai yang berseragam khas Etnis Bali.

Kepada VoxNtt.com, Gede Aria Wibawa yang ditemui di sela-sela acara itu menjelaskan, acara ini akan berakhir di Lapangan Polda NTT dengan sebuah ritual pembersihan diri, sebagaimana yang diyakini umat beragama Hindu.

Adapun Patung-patung manusia berwajah sangar itu jelas Gede, adalah simbol kejahatan dunia yang harus dimusnahkan agar kelak dapat memulai kehidupan baru. Kehidupan yang baik.

“Itu merupakan simbol kejahatan dunia, dan usai acara ini barang-barang itu dibakar, dimusnahkan sebagai tanda melenyapkan seluruh kejahatan dalam diri manusia, dan memulai hidup yang baik,” katanya.

Gede mengaku,  di Lapangan Polda NTT akan dilanjutkan dengan ritual adat untuk membersihkan diri.

“Ada ritual adat nanti di Polda, untuk membersihkan diri dari kejahatan,” katanya.

Seusai dari Polda masa kemudian kembali ke rumah masing-masing dan dilanjutkan dengan acara Nyepi bersama keluarga.

Kata dia, Nyepi ini hanya berlangsung selama satu kali 24 jam yang dimulai esok pagi di rumah masing-masing.

Gede juga menyampaikan, dalam perarakan ini melibatkan seluruh perwakilan lintas agama sebagai wujud toleransi umat bergama.

“Di sini banyak perwakilan dari berbagai agama, sebagai symbol keberagaman,” katanya. (Bonivasius Jehadin/VoN)

Kota Kupang
Previous ArticleKPU Matim Launching Rumah Pintar Pemilu
Next Article Video: Semarak Perayaan Nyepi Umat Hindu di Kupang

Related Posts

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.