Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Pemkab Manggarai Didesak Usut Dugaan Mafia Ruko di Pasar Ruteng
Ekbis

Pemkab Manggarai Didesak Usut Dugaan Mafia Ruko di Pasar Ruteng

By Redaksi29 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD Manggarai, Nadus Nasur
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Anggota DPRD Manggarai, Nadus Nasur mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) segera mengusut dugaan mafia ruko di Pasar Inpres Ruteng.

Pasalnya, hal tersebut sangat serius karena berkaitan langsung dengan hak dan akses pedagang menuju kesejahteraan.

“Masalah ini sangat serius dan tidak boleh dianggap sepele. Jadi, saya minta itu diusut,” kata Nadus melalui telepon, Selasa (28/3/2017).

Ia menilai praktek mafia sangat tidak adil. Pedagang yang kuat pasti mengalahkan yang lemah. Padahal, semua pedagang itu memiliki hak dan kewajiban yang sama.

“Ada orang dapat banyak, sementara yang lain dapat satu, bahkan tidak dapat sama sekali. Menurut saya itu sangat tidak adil,” tegasnya.

Nadus menyesalkan pedagang yang mendapat ruko secara cuma-cuma dari Pemkab, tapi dijual lagi dengan pengusaha tertentu hanya ingin mendapatkan uang banyak sesaat.

Pedagang seperti ini, kata Nadus tak perlu dibela karena ia membunuh masa depannya sendiri.

“Saya pikir orang seperti itu tidak perlu dibela,” imbuhnya.

Atas persoalan tersebut, Politisi Hanura ini meminta Pemkab segera turun langsung ke pasar untuk mendata ulang seluruh ruko yang ada.

Jika betul ada mafia, tegas Nadus, Pemkab harus mengambil sikap tegas sesuai aturan yang berlaku.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ada pengusaha yang sinyalir memiliki belasan ruko.

Setiap dokumen ruko tersebut atas nama anggota keluarganya. Taktik ini bertujuan untuk mengelabui pedagang lain di pasar.

Baca: Isu Mafia Ruko di Pasar Ruteng Menguat, Pemkab Diduga Diam Saja

Banyak orang pun heran dengan kejadian ini. Padahal, masih banyak pedagang lain yang belum memiliki tempat untuk menjual.

Sebab itu, pernah beberapa pedagang sempat protes tapi kabarnya pemkab tak gubris.

Selain monopoli ruko, ada juga modus lain. Pedagang yang menerima ruko dari pemkab menjual kembali kepada pengusaha tertentu dengan harga puluhan juta rupiah.

Padahal ruko tersebut milik pemkab dan diberikan secara cuma-cuma kepada pedagang.

Akibatnya, saat ini ada pengusaha jadi penguasa di pasar Ruteng dengan jumlah ruko terbanyak.

(Ferdiano Sutarto Parman/VoN).

Manggarai
Previous ArticlePemkab Matim Alokasikan Rp 1 Miliar Untuk TdF 2017, Ini Kritikan Masyarakat
Next Article Hasil Riset, LAKRI Sebut Ada Rekayasa Laporan Dana BOS di Manggarai

Related Posts

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.