Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pusam Indonesia: Pemda Tidak Perlu Alokasikan Anggaran Tour de Flores
NTT NEWS

Pusam Indonesia: Pemda Tidak Perlu Alokasikan Anggaran Tour de Flores

By Redaksi29 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sekretaris Pusam Indonesia, Oscar Vigator (Foto : Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Pusat Kajian dan Advokasi Masyarakat (Pusam) Indonesia meminta pemerintah daerah sedaratan Flores untuk tidak mengalokasikan anggaran gelar Tour de Flores atau TdF. Sebab, perlombahan balap sepeda internasional itu tidak memberi dampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Sekretaris Pusam Indonesia, Oscar Vigator mengatakan, anggaran daerah dipergunakan untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat di daerah. Tidak diperuntukan event perlombahan balap sepeda.

Event berskala Internasional tersebut, kata dia, merupakan tanggung jawab pemerintah pusat.

“Tidak, tidak, perlombahan itu tidak bisa menggunakan anggaran daerah. Uang daerah itu untuk masyarakat bukan untuk perlombahan sepeda,”tegas Oscar secara terpisah, Rabu (29/3/2017).

Asosiasi balap sepeda, menurut Oscar, mesti tidak memberikan beban kepada pemerintah daerah. Promosi pariwisata yang diwacanakan pada perlombahan sebelumnya hanya untuk mengeruk dana daerah.

Ia menuturkan, jika menggunakan jalan nasional sebagai ajang perlombahan maka intervensi anggaran harus dari pusat. Anggaran daerah untuk membangun infrastruktur ke desa dan kampung pelosok.

“Tidak perlu keluarkan dana daerah. Kalau seluruh masyarakat membuat iven yang sama lalu ambil dana daerah maka ini petaka besar,”ungkap Oscar.

Sementara, Ketua DPRD Ende, Herman Yosep Wadhi tidak berkomentar soal anggaran sebab Pemerintah Kabupaten Ende belum mengajukan atau usulan untuk anggaran TdF.

Dia mengatakan, jika ajang perlombahan menjadi agenda tahunan, mestinya ada pembahasan.

“DPR belum bisa berkometar soal anggaran. Sampai saat ini pemerintah belum mengajukan,”kata Hery Wadhi, Senin (27/3) di ruang kerjanya.

Soal terima dan tidaknya usulan Pemda, ketua DPRD Ende belum memastikan. Sebab harus melalui mekanisme persidangan.

“Saya belum bisa bicara anggaran,”ujar dia.***(Ian Bala/VoN).

Ende
Previous ArticleVideo: Arakan Kendaraan Massa Aksi Tolak Privatisasi Pantai Pede Menuju Kantor Bupati Mabar
Next Article Ini Makna Salib Bertuliskan Frans L dan Gusti CD dalam Aksi Save Pede

Related Posts

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.