Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Kadis Perdagangan Manggarai Akui Ada Mafia Stan di Pasar Ruteng
Ekbis

Kadis Perdagangan Manggarai Akui Ada Mafia Stan di Pasar Ruteng

By Redaksi30 Maret 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ruko pasar Ruteng
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Kepala Dinas Perdagangan Manggarai, Burhan Venansius mengakui adanya mafia stan di Pasar Inpres Ruteng.

Mafia tersebut dilakukan oknum pedagang dengan modus mengontrakan stan yang diterimanya dari Pemkab kepada orang lain secara melawan hukum.

“Itu benar. Kami dapat data dari mereka (pedangan) sendiri. Saya senang mereka jujur,” katanya kepada wartawan, Rabu (29/3/2017).

Namun, ia mengelak jika persoalan tersebut dikaitkan dengan dinasnya.

Menurut Burhan dinasnya hanya menyiapkan stan, sedangkan urusan menentukan orang yang menempati stan tersebut merupakan kewenangan instansi lain.

“Kami ini hanya siapkan tempat. Sedangkan yang menempatkan orangnya itu PPKD,” pungkasnya.

Baca: Isu Mafia Ruko di Pasar Ruteng Menguat, Pemkab Diduga Diam Saja

Sebelumnya diberitakan, ada pedagang yang menerima stan dari pemkab lalu mengontrakannya lagi kepada pedagang lain.

Kabarnya sewa kontrak per tahun kisaran 5-10 juta rupiah.

Baca: Pemkab Manggarai Didesak Usut Dugaan Mafia Ruko di Pasar Ruteng

Bahkan ada lagi pedagang lain yang nekat menjual kepada pengusaha tertentu dengan harga puluhan juta rupiah.

Padahal stan tersebut milik pemkab yang diberikan secara cuma-cuma kepada pedagang untuk digunakan sebagaimana mestinya, bukan untuk dikontrakan apalagi dijual.  (Ferdiano Sutarto Parman/VoN)

Manggarai
Previous ArticleVideo: Penumpang Wings Air Labuan-Kupang Pertanyakan Alasan Penerbangan Ditunda
Next Article Jalan Provinsi Lambo-Raja Nagekeo Memprihatinkan

Related Posts

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.