Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Jalan Provinsi Lambo-Raja Nagekeo Memprihatinkan
NTT NEWS

Jalan Provinsi Lambo-Raja Nagekeo Memprihatinkan

By Redaksi30 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi jalan provinsi yang penuh bebatuan di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo. (Foto: Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Nagekeo, Vox NTT-Status jalan provinsi NTT yang menghubungkan Lambo, Kecamatan Aesesa dan Raja, Kecamatan Boawae di Kabupaten Nagekeo memprihatinkan. Jalan ini rusak setelah pengasapalan sekitar 20 tahun yang lalu.

Pantauan VoxNtt.com, Rabu (29/3/2017) drainase menimbulkan genangan air, lumpur  serta penuh bebatuan. Kondisi jalan yang bervariasi antara rabat, aspal dan bebatuan sangat membutuhkan sentuhan langsung pemerintah.

Rofinus Sawa, warga Dusun Malapoma, Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan mengatakan jalan tersebut menjadi perhatian khusus.

“Jalan rusak sudah lama. Jadi perlu perhatian serius pemerintah,” kata Rofinus di kediamannya.

Selain menghubungkan antar kecamatan, jalan itu merupakan satu-satunya jalan menuju wisata air terjun Ngabatata.

Air terjun tersebut merupakan salah satu destinasi prioritas pemerintah Kabupaten Nagekeo. Namun, kondisi jalan sangat memprihatinkan.

Ia mengatakan jarak dari jalan utama menuju destinasi air terjun kurang lebih 4 kilometer. Sedangkan total jarak secara keseluruhan jalur yang harus diintervensi pemerintah provinsi kurang lebih 15 kilometer.

“Aspas setengah, rabat setengah, tapi sudah rusak. Semua material sudah dibawa air, karena disini hujan terus. Kita harap supaya bisa perbaikan jalan ini,”pungkas dia.

Dengan kondisi demikian, tambah Rofinus, akses perputaran ekonomi sangat lamban. Misalnya, akses ke pasar Raja yang hanya sekitar 10 kilometer jadi membutuhkan waktu berjam-jam.

“Ya, pasti kalau perputaran ekonomi kita disini terhambat. Kalau jalan bagus pasti semua berjalan aman,”tutur dia. (Ian Bala/VoN)

Ende Nagekeo
Previous ArticleKadis Perdagangan Manggarai Akui Ada Mafia Stan di Pasar Ruteng
Next Article Pelajar di Mabar Harus Menjaga Toleransi

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Bejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

1 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.