Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Sungguh Mengejutkan, Ternyata Segini Korban HIV/AIDS di Ngada
HEADLINE

Sungguh Mengejutkan, Ternyata Segini Korban HIV/AIDS di Ngada

By Redaksi4 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, angka korban HIV/AID di Kabupaten Ngada sangat fantastis.

Kepala Seksi Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Ngada, Nona Tonda kepada wartawan belum lama ini mengaku, total korban HIV/AIDS sejak tahun 2013 hingga 2017 mencapai 125 kasus.

Menurut kategori profesi, kasus ini tertinggi menimpa kalangan yang berprofesi wiraswasta dengan jumlah 37 kasus.

Kemudian pelajar 2 orang, mahasiswa 3 orang, seles 1 orang, tukang ojek 2 orang, pembantu rumah tangga 1 orang, dan sopir 17 orang. Lalu, nelayan 2 orang, petani 24 orang, guru honor 4 orang, TKI 2 orang, dan buruh 1 orang.

Lebih lanjut kata dia, terdeteksi penderita penyakit mematikan itu didominasi usia produktif antara 20-40 tahun. Bahkan dari 125 kasus terdapat lima orang diantaranya adalah anak-anak.

Dikatakan, data tersebut terdeteksi setelah melakukan pendataan di beberapa daerah di Kabupaten Ngada.

Menurut Nona Tonda, meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Ngadadisebabkan oleh budaya seks bebas yang kian marak sejak usia remaja.

Karena itu, dia menghimbau agar masyarakat mencermati hal ini. Diperlukan juga kesadaran untuk memeriksa kesehatan secara sukarela pada unit kesehatan.

“Untuk mencegah penyebaran virus HIV/AIDS ini sangat diharapkan keterlibatan masyarakat dengan melibatkan berbagai sektor. Perlu kiat-kiat untuk mencegah maupun upaya pengendalian penyebaran virus mematikan ini,” kata Nona Tonda. (Arkadius Togo/VoN)

 

Ngada
Previous ArticlePuluhan Ruko di Pasar Ruteng Mubazir
Next Article Selamatkan Situs Bung Karno di Ende (Editorial)

Related Posts

Mantan Kabag Ops Polres Nagekeo Diduga Bawa Kabur Anak Usia 5 Tahun

28 Mei 2026

Dua Babinsa Datangi Panitia, Nobar Film “Pesta Babi” di Bajawa Dibatalkan

15 Mei 2026

Bupati Ngada Cabut SK Pengangkatan Sekda

17 Maret 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.