Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Batal Melaut Karena Cuaca Buruk, Pengahasilan Nelayan Borong Menurun
HEADLINE

Batal Melaut Karena Cuaca Buruk, Pengahasilan Nelayan Borong Menurun

By Redaksi5 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Perahu Motor milik Nelayan Borong parkir di sepanjang Kali Wae Bobo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi akhir-akhir ini membuat ratusan nelayan di pesisir selatan laut Borong tidak bisa melaut.

Nelayan takut akan ancaman keselamatan karena cuaca  datang secara tiba-tiba saat berada di tengah laut.

Aldi dan Budi, nelayan yang ditemui VoxNtt.com di kampung Nggeok, Rabu,  (5/4/2017) mengungkapkan bahwa dua pekan terakhir tidak melaut karena gelombang dan angin kencang di pantai selatan Borong.

“Nelayan tidak berlayar kondisi cuaca yang kurang bersahabat”, ujar Aldi.

Kata Aldi, bahwa beberapa waktu lalu mereka sudah berada di laut lepas. Namun, angin kencang datang secara tiba-tiba akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Para nelayan takut menjadi korban dan hingga saat ini tidak ada nelayan yang berani melaut.

“Gelombang dan angin datang secara tiba-tiba saat berada di tengah laut”, ujar Aldi.

Tangkapan Menurun

Dengan kondisi cuaca buruk yang ditandai dengan hujan, angin kencang, dan ombak yang tinggi  para nelayan tidak dapat beraktivitas.

Dia mengatakan, sebagian kecil nalayan ada yang memberanikan diri mencari ikan-ikan kecil di sepanjang pesisir tetapi hasil tangkapan  merreka menurun sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup.

Musim hujan  yang berkepanjangan tahun tahun 2016 dan dilanjutkan hingga bulan April 2017 ini memang membuat gelombang laut tinggi dan berisiko bagi aktivitas kapal nelayan.

Dampaknya bagi nelayan sangat besar karena sebagian besar  aktivitas melaut lumpuh.

Disampaikan Aldi, untuk mengisi waktu selama tidak melaut, nelayan sibuk memperbaiki pukat dan jala yang robek, memperbaiki perahu motor yang rusak dan sebagai nelayan menjadi buruh bangunan dan tukang ojek.

Aldi pun berharap cuaca segera bersahabat supaya nelayan bisa beraktifitas lagi. (Nansianus Taris/VoN).

Previous ArticlePLN Diminta Tidak Padamkan Listrik Saat Ujian Nasional
Next Article Kepala SDI Dongang Diduga Rekayasa Laporan BOS, LAKRI Desak Inspektorat Segera Audit

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.