Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Di Kecamatan Mbeliling Lewati Jembatan Darurat, Pengendara Dipungut Biaya
HEADLINE

Di Kecamatan Mbeliling Lewati Jembatan Darurat, Pengendara Dipungut Biaya

By Redaksi7 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pengendara yang lewat di jembatan darurat yang dibangun warga
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Warga di Kampung Wersawe, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling , Kabupaten Manggarai Barat (Mabar)  membangun jembatan darurat sebagai jalan penghubung menuju obyek wisata air terjun Cunca Wulang  dan kantor camat.

Sebelumnya salah satu deker  menuju obyek wisata itu roboh akibat banjir yang terjadi pada Senin, 27 Maret 2017 lalu, sehingga memutuskan akses wisatawan dan warga menuju Kampung Wersawe.

Agar masih bisa akses, warga kemudian membuat jembatan darurat. Jembatan terbuat dari bambu serta kayu sebagai penyangga.

Setiap kendaraan yang hendak melewati jembatan itu dipungut biaya.

Penjaga jembatan yang juga merupakan warga Wersawe, Frans Mon kepada VoxNtt.com, Jumat (7/4/2017) mengatakan jembatan darurat dibangun pada Selasa,28 Maret 2017 lalu.

Jembatan dibangun berdasarkan kesepakatan bersama seluruh masyarakat Wersawe.

Apalagi, robohnya deker yang berlokasi di perbatasan Ceko Nobo, Desa Tondong Belang dan Kampung Wersawe Desa Cunca Wulang itu membuat masyarakat setempat dirugikan.

“Deker roboh, masyarakat Wersawe dirugikan karena wisatawan tidak akan berkunjung ke Cunca Wulang ,’’ tutur Frans Mon.

Dia mengatakan tarif berbeda-beda setiap pengendara.

Kendaraan milik wisatawan dipungut sebesar Rp 20 Ribu/kendaraan. Sedangkan kendaraan milik warga lokal dipungut Rp 10 Ribu/kendaraan.

“Kadang kalau pengendara yang kita kenal,mereka kasih seberapanya saja. Kadang Rp 2.000,’’ kata Frans Mon.

Sementara, Sekretaris Camat Mbeliling, Robi Dos mengatakan pasca pemberlakuan tarif oleh warga Wersawe banyak wisata yang kembali ke Labuan  Bajo karena adanya tarif yang dipasang oleh warga.

Pemerintah Kecamatan Mbeliling berencana bersama warga akan kembali merehab deker tersebut dengan bambu dan kayu seadanya agar tidak ada lagi tarif yang dipungut oleh sebagian warga Wersawe itu.

“Kita sudah berkomunikasi dengan warga Wersawe agar jembatan darurat yang dibangun itu di perbaiki lagi dengan mengunakan kayu dan bambu dengan maksud agar tidak ada pungutan lagi di jembatan darurat itu,’’ jelas Robi Dos. (Gerasimos Satria/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleDi Ende, Delapan Bocah Terbawa Banjir
Next Article Menristekdikti Perjuangkan Unipa Jadi Universitas Negeri

Related Posts

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.