Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ada Perlakuan Istimewa Terhadap THL di Kantor Dinkes Matim
Regional NTT

Ada Perlakuan Istimewa Terhadap THL di Kantor Dinkes Matim

By Redaksi11 April 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sejumlah THL saat tatap muka di Kantor Bupati Matim
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Para Tenaga Harian Lepas (THL) di Kantor Dinas Kesehatan Manggarai Timur (Dinkes Matim) mendapat perlakuan istimewa.

Hal itu ditegaskan oleh Chan Joma, Kordinator THL yang tidak lulus tes kompetensi pada bulan Februari lalu saat mendatangi kantor bupati Matim, Senin (10/4/2017).

Dia mengatakan, tak hanya THL di Dinkes Matim yang mendapat perlakuan istimewa tetapi juga para para pegawai yang bekerja di gudang farmasi.

Sorotan Chan tersebut disampaikan, sebab para THL di Dinkes Matim dan gudang farmasi tidak diikutsertakan dalam uji kompetensi tetapi masih bekerja.

“Ini sebuah bentuk praktik ketidakadilan terhadap kami. Ko yang lain menjadi THL melalui seleksi. Apa bedanya mereka dengan kami. Padahal status kan sama. Kami merasa sakit hati dengan kebijakan Dinkes Matim,” tegasnya.

Atas ketidakadilan ini, Chan menuntut semua THL yang di tempatkan di Kantor Dinkes dan gudang farmasi harus dilakukan uji kompetensi.

“Kami meminta kepada bapak Bupati dan DPRD Manggarai Timur untuk segera menyelesaiakan permasalahan ini dan memberi jawaban dan keputusan mengenai nasib kami,” kata Chan. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleHanura Mabar Terget Menang Pemilu 2019
Next Article Warga Nggeok Desak Pemkab Matim Perbaiki Tanggul di Muara Kali Wae Bobo

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.