Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Jelang Paskah, Baliho Orang Politik Hiasi Pagar Katedral Ruteng
NTT NEWS

Jelang Paskah, Baliho Orang Politik Hiasi Pagar Katedral Ruteng

By Redaksi12 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Baliho orang politik tampak terpajang di depan pagar gereja Katedral Ruteng
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-Jelang Paskah 2017, sejumlah baliho orang politik terpajang menghiasi pagar depan Gereja Katedral Ruteng.

Terlihat, baliho Anggota DPR RI Fraksi Nasdem, Jhony Plate; Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Esthon Foenay-Cristian Rotok; dan Politisi Demokrat, Benny Kabur Harman (BKH).

Ketiga baliho ini dipajang menghadap ke jalan dengan tampilan yang berbeda. Jhony Plate mengenakan jas biru khas Nasdem; Esthon-Cris kompak mengenakan jas hitam dan dasi merah putih. Sedangkan, BKH terlihat bersama keluarganya dengan pakaian yang lebih sederhana.

Meski berbeda penampilan, ketiga baliho ini menyampaikan hal yang sama: ucapan selamat paskah untuk seluruh umat Katolik di Keuskupan Ruteng.

Pemandangan yang sama juga terlihat di pagar depan Gereja Cewonikit Ruteng. Tapi di Gereja ini hanya ada dua baliho: Esthon-Cris dan BKH tanpa baliho orang lain.

Seorang yang tak mau disebutkan namanya, mengaku pemandangan seperti ini selalu dijumpainya tiap hari raya besar, seperti Natal dan Paskah.

ia menilai pemandangan tersebut tak elok sehingga dapat merusak Gereja sebagai tempat ibadah.

“Inikan kan tempat untuk berdoa. Kalau dipasang baliho, apa itu boleh? Karena saya lihat ini sudah macam tempat kampanye saja,” katanya kepada wartawan, Rabu (12/4/2017).

Hingga berita ini diturunkan, Pastor Paroki Katedral dan Cewonikit Ruteng belum berhasil dikonfirmasi terkait baliho politikus tersebut. (Ferdiano Sutarto Parman/VoN)

Manggarai
Previous ArticleDiduga Sakit Jiwa, Subuhan Menikam Warga Kampung Maumere Ruteng
Next Article Verifikasi Data Guru Jadi Alasan Keterlambatan Pembayaran Gaji

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.