Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemkab Matim Diminta Tangani Longsor Benteng Jawa-Ruteng
Regional NTT

Pemkab Matim Diminta Tangani Longsor Benteng Jawa-Ruteng

By Redaksi24 April 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jalan putus di ruas jalan Benteng Jawa-Ruteng
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim) diminta segera menangani longsor di Rejo pada jalur Benteng Jawa-Ruteng.

Pasalnya, sejak longsor terjadi pada Jumat ,21 April 2017 lalu, hingga saat ini ruas yang menghubungkan ibu kota Kecamatan Lamba Leda dengan ibu kota Kabupaten Manggarai itu lumpuh total dan belum diperbaiki Pemkab Matim.

Baca: Ruas Jalan Benteng Jawa- Ruteng Putus Total

Karena itu, warga meminta Pemkab Matim segera menangani longsor tersebut agar lalu lintas kembali normal.

“Kami minta Pemkab Matim segera ke lokasi untuk menangani jalan yang longsor ini. Ini sudah empat hari arus lalu lintas di jalur ini mati total. Padahal ini jalur vital Benteng Jawa Ruteng,” kata Ancik Leksi, warga Rejo kepada VoxNtt.com melalui telepon genggamnya, Senin (25/4/2017).

Dia mengaku, sampai hari ini belum ditangani Pemkab Matim. Arus lalu lintas masih lumpuh.

“Ini tidak bisa dikerjakan mengandalkan tenaga manusia. Longsornya terlalu besar. Jadi, harus pakai alat berat,” kata Ancik.

Terkait permintaan Ancik, VoxNtt.com sudah menghubungi Plt Kepala BPBD Matim Anton Dergong via pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan Dergong belum menanggapi. (Nansianus Taris/VoN).

Manggarai Timur
Previous ArticleDPRD Mabar Minta Kontraktor Proyek Jalan Golo Menes-Kondas Segera Perbaiki Jalan Rusak
Next Article Dua Periode Bupati Tote Tutup Mata dengan Nasib Warga Sebelah Wae Musur

Related Posts

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026
Terkini

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.