Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Cegah Malaria, Dinas Kesehatan Ende Akan Distribusi Kelambu
KESEHATAN

Cegah Malaria, Dinas Kesehatan Ende Akan Distribusi Kelambu

By Redaksi25 April 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Muna Fatma saat memberikan keterangan kepada media ini (Foto: Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Dinas Kesehatan Kabupaten Ende terus berupaya untuk memberantas wabah penyakit malaria yang disebut tertinggi di daratan Flores.

Salah satunya adalah mendistribusikan kelambu pada tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende dr. Muna Fatma mengaku optimis mengurangi angka Anual Parasit Insiden (API) atau kasus kesakitan malaria di Ende.

Selain upaya membagikan kelambu, pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberantas kasus malaria.

“Tahun ini sudah seharusnya untuk menggantikan kelambu. Jadi, kita upayakan untuk turunkan,”ungkap Fatma.

Kabupaten Ende, jelas Fatma, akan mendapatkan jatah kelambu dari Kemeterian Kesehatan. Kelambu tersebut akan dibagikan kepada seluruh masyarakat Ende.

“Kami tidak bisa kerja sendiri ya. Kalau kita ingin berantas malaria di Ende, kita harus saling bergandengan tangan,”ucap dr. Fatma.

“Kalau geografis kita tidak memungkinkan maka kita harap masyarakat memanfaatkan kelambu yang akan kita bagikan nanti,” tandas dia.

Baca: Tercatat, Ende Angka Tertinggi Penyakit Malaria di Flores

Ia menjelaskan tindakan lain dilakukan adalah sistem berantas cara fogging. Meski diperuntukan penyakit demam berdarah, fogging bertujuan sama yakni memberantas nyamuk.

“Tapi nanti kita pertimbangkan dengan kerusakan alam misalnya lakukan fogging di rawa-rawa. Ekosistem alam akan menjadi rusak. Kita tetap usulkan sebaiknya memakai kelambu untuk mengurangi kerugian yang lebih besar,”tutur Fatma. (Ian Bala/VoN)

Ende
Previous ArticleSaling Bacok di Wairhubing Dilatarbelakangi Masalah Tanah
Next Article Napi Korupsi di LP Soe Meninggal Dunia

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.