Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Saling Bacok di Wairhubing Dilatarbelakangi Masalah Tanah
Regional NTT

Saling Bacok di Wairhubing Dilatarbelakangi Masalah Tanah

By Redaksi25 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Fransiskus Yeriko (mengenakan topi) saat menemani Wihelmus Afrilus (terbaring) di UGD RSUD T.C Hillers Maumere, Senin (24/4/2017)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Kasus saling bacok yang terjadi pada Senin (24/4/2017) antara keponakan dengan om dan tantanya diduga dilatarbelakangi konflik tanah di lokasi kejadian.

Salah satu anggota keluarga, Fransiskus Yerikho (29) mengatakan masalah tanah tersebut sudah diproses oleh Pemerintah Desa Watiliwung, Kecamatan Kangae, Sikka.

“Kami dua datang mau lihat kelapa hanya dia duluan ke bawah sedang saya masih singgah minum kopi di Om punya rumah di dekat situ,” terang Yeriko yang saat ditemui VoxNtt.com pada Senin (24/4/2017) saat sedang mendampingi Afrilus di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD T.C. Hillers Maumere.

Yerikho dan Afrilus adalah warga Watuliwung, Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, Sikka. Sementara itu, Paulus Adang dan Yuliana Barek adalah warga Wairhubing, Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae.

Menurut Yeriko, ia dan adiknya Afrilus datang untuk melihat kelapa yang mereka tanam sebelumnya. Namun, terkait kejadian Yeriko mengaku tidak tahu karena sedang berada di rumah keluarga di dekat lokasi kejadian.

Kepada VoxNtt.com pada Senin (24/4/2017) di UGD RSUD T.C. Hillers Maumere, Afrilus mengatakan luka pada kepala bagian kiri pergelangan tangan kiri dan dada bagian kiri diakibatkan sabetan parang Paulus Adang.

“Nanti kalau sudah saatnya baru saya cerita semua. Saya belum bisa omong,” ujar Afrilus sambil menahan sakit.

Paulus Adang dan istrinya Yuliana Barek sampai saat ini belum bisa dimintai keterangan.

Salah seorang warga Wairhubing yang enggan namanya disebutkan mengatakan konflik antara para pihak sudah berlangsung lama.

“Kalau soal tanah itu mereka pernah urus sampai kecamatan. Sementara, kami pernah urus juga sebelumnya soal pengrusakan dan sudah ada surat pernyataan,” ungkap warga yang mengaku sebagai anggota LinMas tersebut pada Selasa (25/4/2017).

Sebelumnya, Kapolsek Kewapante, AKP I Made Pitug melalui Kanit SPKT, Ikhsan kepada VoxNtt.Com pada Senin (24/ pukul 18:00 di Kantor Polsek Kewapante menduga kejadian tersebut dilatarbelakangi konflik tanah.

Baca: Di Sikka, Keponakan Saling Bacok dengan Om dan Tanta

Menurutnya, upaya penyelesaian di tingkat desa maupun kecamatan hanyalah upaya mediasi.

“Kalau tidak itikad untuk berdamai maka sebaiknya melakukan gugatan hukum, bukan sebaliknya saling serang,” tegas Ikhsan. (Are De Peskim/VoN)

Sikka
Previous ArticlePernyataan Sikap Formasmur Dapat Respon DPRD NTT
Next Article Cegah Malaria, Dinas Kesehatan Ende Akan Distribusi Kelambu

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.