Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»PN Bajawa Tolak Permintaan Konsiyasi Pemda Nagekeo
Regional NTT

PN Bajawa Tolak Permintaan Konsiyasi Pemda Nagekeo

By Redaksi28 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kantor DPRD Nagekeo yang dibangun di atas lahan yang bukan aset pemerintah
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bajawa menolak permintaan konsinyasi Pemerintah Daerah (Pemda) Nagekeo atas perkara pembangunan kantor DPRD.

Kantor DPRD Nagekeo tersebut dibangun di atas lahan tanah yang bukan merupakan milik pemerintah setempat.

Untuk diketahui, melakukan konsinyasi atau consignatie adalah penawaran pembayaran tunai yang diikuti dengan penyimpanan atau penitipan, sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata pada Pasal 1404.

Kantor DPRD Nagekeo dibangun di atas lahan dengan luas sekitar satu hektar lebih dengan besaran anggaran diduga mencapai sepuluh miliar rupiah dari APBD II.

Berdasarkan putusan pengadilan dan juga ketetapan Mahkamah Agung (MA), status kepemilikan lahan kantor DPRD Nagekeo bukan kepemilikan Pemda setempat.

Keputusan MA telah menyatakan menang bagi pihak penggugat. Akibatnya bangunan miliaran rupiah itu menjadi mubazir karena tidak terpakai.

Kepada VoxNtt.com,Rabu (26/4/2017), Humas PN Bajawa, I Made Muliartha, membenarkan penolakan Konsiyasi Pemda Nagekeo tersebut.

Menurut I Made, uang konsinyasi pemerintah Pemda Nagekeo senilai Rp 2,1 miliar untuk permohonan konsinyasi pengganti eksekusi lahan ditolak PN Bajawa.

Sementara permintaan eksekusi lahan oleh pihak pemenang perkara, PN Bajawa hingga kini masih menunggu izin MA. Hal ini tentu saja sesuai surat permohonan PN Bajawa yang sudah dilayangkan ke MA.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, kasus pembangunan Kantor DPRD Nagekeo terjadi pada tahun 2007 lalu. Gedung ini terbengkelai karena berada di atas lahan sengketa antara pemerintah kabupaten Nagekeo dengan pemilik tanah, Konradus Remi dan keluarganya.

Kasus tersebut sempat dibawa ke Mahkamah agung (MA). Dalam putusan MA Pemda Nagekeo kalah atas Konrardus Remi dan keluarganya. Mangkraknya gedung DPRD Nagekeo ini telah mengakibatkan kerugian keuangan negara diperkirakan sebesar Rp 10 miliar lebih. (Arkadius Togo/VoN)

Nagekeo Ngada
Previous Article“Tato Bukan Kejahatan”: Spirit Dedi Ladjar, Sang Seniman Tato Flores
Next Article Jalur Maut Menuju Desa Lumbung Komoditi

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.