Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Senyum Mama {Antologi Puisi Handriani S Natal}
Seni dan Budaya

Senyum Mama {Antologi Puisi Handriani S Natal}

By Redaksi29 April 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Handriani Sulastri Natal
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh : Handriani Sulastri Natal*

 

Sapa pagi yang samar

Menyamar lukisan pada dinding kamar

Senyum itu terlukis indah

Tak terpecah waktu

***

Alkisah kasih di gubuk nan bersahaja

Menyongsong pesan tertati dalam kelam

Menyeruak pagi hingga sapa terbayang

Manis

***

Teringat

Mama,

Kemana senyum manismu ?

Senyum yang menjamu hariku

Adakah dia selalu menemani langkahku ?

***

Mama,

Kemana akan kucari ?

Sepertinya kita terlahir untuk mati

Bukan senyum mama lagi kujumpai

Tapi, hanya nama yang digores pada nisan

***

Mama,

Senyum mama hidup dalam hatiku

Mama,

Senyum mama manis

(Ruteng, April 2017 )

 

Kita

Kepada waktu

Kata kita dicipta waktu, Waktu kita bersua

Kita berkenal diberi kasih oleh waktu

***

Kepada waktu

Tentang kita dalam kasih

Kisah kasih kita difilmkan waktu,

Kisah kita ditonton waktu

***

Kepada waktu

Kita bergoyang bersama waktu

Kita jarum detik, menit yang tak dipisah karena waktu

***

Waktu,

Kita berjalan bersama detak detik waktu

Ini waktu kita

Tentang kita.

( Ruteng, April 2017)

* Handriani Sulastri Natal adalah mahasiswi PGSD STKIP St. Paulus Ruteng dan bergiat di Komunitas Sastra Hujan Ruteng, menetap di Tenda.

 

Previous ArticleRaskin di Matim Belum Disalurkan, Ini Alasannya
Next Article Aku dan Bibirmu (Sajak-Sajak Retha Janu)

Related Posts

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026

Festival Religi dan Budaya Paroki Wae Nakeng Libatkan 18 UMKM, Dorong Persaudaraan dan Pariwisata Religi

30 Mei 2026

Festival FEAST di Labuan Bajo Tampilkan Olahan Songkol dan Tapa Kolo

5 Mei 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.