Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Kehilangan Neptunus {Sajak-Sajak Ratna Jawa}
Seni dan Budaya

Kehilangan Neptunus {Sajak-Sajak Ratna Jawa}

By Redaksi6 Mei 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ratna Jawa*

 

Kehilangan Neptunus

Ada rindu yang tersesat dalam sanubari

Yang hampa tanpa sebuah jawaban.

Menebar rasa kegelisahan yang hampir merambat

Pada akar-akar memory.

Engkau pergi  dengan ketulusan, melangkah tanpa pamit.

 

Laut biru seakan menyatu dengan kisahmu.

Gulungan ombak menghampirimu

Hingga sekali-kali engkau bersetubuh dengannya.

Kau membuat hatiku meronta karena cemburu yang teramat sakit.

 

Hallo neptunus…

Apa kabarmu dilaut sana?

Masihkah engkau menceritakan tentangku?

Serba-serbi coretan pena didiaryku kini menjadi usang

Karena menantimu.

 

Neptunus..

Kehilanganmu hanya membawa secuil kisah kita

Tapi tidak dengan cinta.

Karena cinta tak akan mati didasar lautmu.
Embun yang Galau

Hangatnya malam seakan hampa.

Mimpi akan dirimu seolah selesai.

Aku tak menemukanmu semalam.

Kemanakah kau yang menghangatkan malam

Dengan sebuah ucapan kata.

 

Tiba- tiba cahaya bening menyambut.

Letusan mentari mulai tak berarti.

Sentuhan embun tak menyatu.

Aku sedang  cari sang kekasih.

 

Pikiranku seakan telanjang.

Meronta seakan terus mencarinya.

Dimanakah?

Cukup kau mengatakan kau dimana.

Karena rindu ini selalu menyayat hati.

(*) Ratna Jawa,mahasiswi Program Studi Pendidikan Matematika dan bergiat di Komunitas Sastra Hujan Ruteng.

 

Previous ArticlePansus dan Ketua DPRD Beda Pendapat Soal Hasil Kerja Pansus Taman Kota
Next Article BK Belum Usut Dugaan Gratifikasi Proyek Pokir Oknum DPRD Sikka

Related Posts

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026

Festival Religi dan Budaya Paroki Wae Nakeng Libatkan 18 UMKM, Dorong Persaudaraan dan Pariwisata Religi

30 Mei 2026

Festival FEAST di Labuan Bajo Tampilkan Olahan Songkol dan Tapa Kolo

5 Mei 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.