Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Soal Kematian Yohana dan Bayi, PMKRI: IDI NTT Harus Serius dan Tegas
HEADLINE

Soal Kematian Yohana dan Bayi, PMKRI: IDI NTT Harus Serius dan Tegas

By Redaksi9 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua PMKRI, Kristoforus Mbora (jas merah marun)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT– PMKRI Cabang Kupang geram dengan sikap dokter EM dan keempat bidan yang diduga lalai saat menangani proses persalinan Yohana Da Silva di ruang persalinan RSUD Soe.

Yohana bersama bayi yang baru dilahirkannya itu meninggal setelah mengalami pendarahan di ruang persalinan RSUD Soe pada (25/4/2017).

PMKRI menilai apa yang dilakukan dokter EM dan keempat anak buahnya dapat dikategorikan sebagai tindakan kriminal.

BACA:Istri dan Anak Meninggal, Yafred Nekat Polisikan Dokter dan Bidan RSUD SoE

Ketua PMKRI Cabang Kupang, Kristoforus Mbora saat dimintai tanggapannya lewat telepon pada Jumat (5/5/2017) di Kupang meminta aparat kepolisian agar menindak tegas EM dan 4 bidan lainnya.

Ia juga meminta Ikatan Dokter Indonesia (ID) NTT agar mengambil sikap yang tegas dan serius terhadap anggotanya yang diduga lalai dalam tugas.

“IDI harus serius dan pro aktif dalam kasus ini, jangan sampai nanti publik menilai IDI membiarkan para anggotanya melakukan kesalahan yang fatal seperti ini, karena ini menyangkut keselamatan nyawa seseorang” tegas Kristo.

Selain itu Kristo juga meminta IDI untuk merenungkan kembali sumpah profesi mereka.

“Saya kira dokter itu sebelum dilantik itu ada sumpah profesi, jadi cintailah profesi itu dengan menunjukan pelayanan yang baik dan profesional dan harus menggunakan hati nurani, sebab menyelamatkan nyawa orang lain itu adalah perbuatan yang sangat mulia” tambahnya.

BACA:RSUD Soe Tanggapi Kasus Kematian Yohana dan Bayinya

Sementara Ketua Ikatan Dokter Indonesia untuk NTT, dr. Andreas terkesan tidak serius dan santai dalam menanggapi kasus yang menimpa Ibu Yohana dan anak yang melibatkan anggotanya.

Dokter Andreas yang dihubungi pada Kamis (4/5/2017) malam via Whatsapp meminta membaca beritanya dulu baru memberikan tanggapan kepada media ini, namun setelah dikirim link beritanya beliau tidak memberikan tanggapan. Pada pagi harinya sempat dihubungi lagi, namun sang dokter malah mematikan Hpnya.

Sesaat kemudian ketika dimintai tanggapannya melalui sms Andreas malah bertanya ‘dari siapa?’, padahal malam sebelumnya terjadi perbincangan lewat whatsap.

Setelah dijelaskan Andreas hanya memberikan jawaban singkat “O iya, idi akan ke soe utk evaluasi” tulisnya pada pesan singkat.

Ketika ditanya apakah ada regulasi yang mengatur sanksi kepada dokter yang lalai dalam tugas, Andreas menjawab masih menunggu timnya turun ke Soe .

“Kami menunggu tim idi yang ke soe. Rencananya hari Sabtu” ujarnya lewat sms.

Saat ditanya kapan timnya turun ke Soe? Andreas mengatakan timnya direncanakan akan turun ke soe pada hari sabtu. “rencananya hari sabtu” Jelasnya. (Boni Jehadin/VoN).

Previous ArticleTPDI: Penyitaan dan Penggeledaan Dalam Kasus Malasera Ilegal
Next Article Dokter EM Akhirnya Angkat Bicara Soal Kematian Yohana dan Bayinya

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.