Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Di Ende, Seribu Lilin Tolak Gerakan Radikalisme
NTT NEWS

Di Ende, Seribu Lilin Tolak Gerakan Radikalisme

By Redaksi12 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Berbagai poster "Tolak Radikalisme" dibentang saat acara seribu lilin di Taman Bung Karno Ende (Foto: Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Gerakan protes ribuan warga Ende terhadap kelompok radikalisme dan atau kelompok yang berniat memecahbelakan NKRI diwarnai melalui aksi solidaritas seribu lilin.

Aksi ini diinisiatif secara pribadi dengan mendatangi Taman Bung Karno (TBK) pada Kamis (11/5/2017) malam.

Acara seribu lilin diawali lagu kebangsaan Indonesia Raya. Diikuti dengan doa lintas agama, orasi kebangsaan serta berbagai puisi.

Vinsen Sangu dalam orasinya menyebutkan ada kelompok tertentu yang berniat untuk memecahkan bangsa Indonesia.

Aksi solidaritas, sebut dia, merupakan aksi responsif terhadap gejolak-gejolak radikalisme yang terjadi di tanah air.

“Ingat saudara-saudara bahwa di sini, di tempat kita berdiri Soekarno merenungkan dasar negara yaitu Pancasila. Ingat bahwa Pancasila adalah dasar pijak kita,”tegas Vinsen.

Ia pun menyinggung soal masalah hukum yang dijatuhkan terhadap Basuki Tjahya Purnama atau Ahok. Menurut dia hukum di Indonesia mudah terprovokasi dengan berbagai bentuk tekanan.

“Keadilan di negara dipertanyakan saudara-saudara. Masalah Ahok sudah menunjukan ketidakadilan hukum di negara kita,”katanya.

Sementara itu, orator lain Oscar Vigator menegaskan masalah yang fenomenal saat ini bukan karena Ahok. Namun, ada upaya lain untuk merubah ideologi bangsa.

Ia menjelaskan ada kelompok tertentu yang berkehendak untuk memecahbelakan pilar kebangsaan Indonesia sebagaimana sebagai dasar pijak.

“Pesan yang kita sampaikan malam ini bahwa aksi solidaritas yang terjadi merupakan bentuk peduli terhadap negara kesatuan republik indonesia. Ini bukan soal Ahok tetapi ini soal menyelamatkan NKRI, Pancasila, Kesatuan Bangsa,”tegas Oscar saat orasi.

Pantauan Voxntt.com, ribuan warga memadati TBK mulai dari pintu masuk hingga sekitar patung Bung Karno.

Mereka membawakan sejumlah poster dengan berbagai tulisan seperti “Save NKRI”, “Tolak Radikalisme”, “Tolak Intoleransi”, Save Bhineka Tunggal Ika”, Melawan Ketidakadilan” dan “Save Ahok”.

acara yang berpusat di pelataran TBK tersebut dikawal Aparat Kepolisian serta beberapa Anggota TNI. (Ian Bala/VoN)

Ende
Previous ArticleRatusan Warga TTU Gelar Aksi Tuntut Bebaskan Ahok
Next Article Kendaraan Travel Liar Kembali Parkir di Luar Bandara Komodo

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.