Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Prihatin, Warga Desa Likanaka Ende Lintasi Jalan Ekstrim
HEADLINE

Prihatin, Warga Desa Likanaka Ende Lintasi Jalan Ekstrim

By Redaksi16 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para siswa sekolah dasar melintasi jalur longsor saat hendak ke sekolah. (Foto: Vikar Laka)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Pembangunan infrastruktur jalan masih jauh dari sentuhan Pemerintah di Desa Likanaka, Kecamatan Wolowaru Kabupaten Ende NTT.

Warga harus rela melintasi jalur ekstrim bekas longsor beberapa waktu lalu. Belum lagi jangkauan yang jauh sehingga butuh pengorbanan ekstra oleh warga setempat.

Vikar Laka, seorang guru muda kepada media ini mengaku akses transportasi warga setempat menjadi terhambat karena jalan.

Masyarakat harus melalui jalur alternatif dengan berjalan kaki. Belum lagi pada musim hujan terdapat beberapa daerah rawan longsor.

“Ya ini memang butuh sentuhan serius oleh pemerintah. Kami harus alami kondisi ini setiap tahun,” ujar Vikar mantan aktivis GMNI Ende belum lama ini.

Alumni PGSD Universitas Flores ini merasa prihatin dengan pengorbanan masyarakat terutama peserta didik tingkat sekolah dasar.

Beberapa jalur jalan baik dari Likanaka menuju kampung Belanggo hingga wilayah kampung Detupau mengalami kondisi yang sama.

“Harus lewat hutan, lewat sungai. Sangat ekstrim karena daerah di pegunungan,”ucap dia.

“Kami harap supaya ada respon dari pemerintah karena kami sudah minta berulang kali tetapi belum tanggap,” ujar Vikar.

Sementara Kepala Desa Likanaka Petrus Senda mengaku daerah tersebut memiliki potensi yang cukup. Penghasilan komoditi prioritas adalah kakao, kemiri, cengkeh dan kopi.

“Rata semua komiditi pak. Itu menjadi pendapatan masyarakat disini,”katanya di Ende, Selasa (16/5/2017).

Sementara terkait akses transportasi, ia mengaku masih jauh dari harapan. Beberapa jalur jalan tersebut merupakan hasil gotong royong masyarakat.

“Disini masih jalan tanah. Jalan masih sempit dan hanya motor saja yang bisa lalui. Masih butuh perhatian yang serius,” kata Petrus. (Ian Bala/VoN)

Ende
Previous ArticleAwal Tahun 2017, 4 TKI Ilegal Asal TTU Meninggal di Malaysia
Next Article 14 Los Baru di Pasar Ruteng Terancam Mubazir

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.