Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Jelang Puasa, Harga Bawang Putih di Ende Merangkak Naik
Ekbis

Jelang Puasa, Harga Bawang Putih di Ende Merangkak Naik

By Redaksi17 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bawang putih milik Azhar pedagang di Pasar Mbongawani Ende (Foto: Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT- Menjelang bulan Ramadhan 2017, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Ende masih bertaraf normal. Hanya harga bawang putih mulai merangkak naik pada sejumlah pasar di Ende.

“Semua harga masih normal. Tetapi harga bawang putih mulai naik dari bulan lalu,” ujar Azhar pedagang Pasar Mbongawani.

Ia mengaku bawang berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Ia tidak mengetahui penyebab kenaikan tersebut.

“Saya tidak tahu kenapa sampai harga naik. Kalau dulu biasanya produksi menurun,” ujar Azhar.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini pada Rabu (17/5/2017) pagi di Pasar Mbongawani, harga bawang putih mulai naik Rp 60.000 per kilogram dari harga awal sebesar Rp 40.000 per kilogram.

Sementara harga bawang merah turun menjadi Rp 25.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 30.000 per kilogram.

Hal yang sama juga terjadi di pasar Wolowona dan pasar Potulando. Harga bawang putih mulai melonjak sejak akhir Maret.

Nubertus Pani, pedagang kaki lima pasar Wolowona berharap agar harga bawang putih bisa kembali normal.

“Ya kami rasa rugi. Karena pembelinya sepi. Kami harap supaya bisa turun kembali,” ucap Pani.

Ia mengatakan harga bawang putih per karung ukuran 17 kilogram sudah mencapai Rp 930.000. Harga ini melonjak dari sebelumnya yang sebesar Rp 840.000.

“Kami yakin pasti ini berubah sampai jutaan rupiah. Kami merasa dirugikan,” katanya. (Ian Bala/VoN)

Ende
Previous ArticleChristian Rotok Tampik Informasi Sudah Gabung ke PAN
Next Article Walau Tidak Tamat STM, Abidin Menjadi Petani Sukses dan Inspiratif di Sikka

Related Posts

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026
Terkini

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.