Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Survei Aereopagus Jelang Pilgub NTT, Boni Hargens di Atas Kandidat Lain
NTT NEWS

Survei Aereopagus Jelang Pilgub NTT, Boni Hargens di Atas Kandidat Lain

By Redaksi18 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Boni Hargens (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT–  Boni Hargens, tokoh muda asal Manggarai menempati urutan pertama yang dipilih netizen, demikian hasil survei online lembaga  Areopagus Indonesia yang dirilis pada Selasa, 16 Mei 2016 di Jakarta.

Nama Boni mengalahkan sejumlah figur lain, yang sudah mendeklarasikan diri untuk maju dalam Pilgub NTT.

Yanto Fulgenz, direktur Areopagus Indonesia mengatakan, dengan raihan 20,8 persen, Boni terpaut jauh dengan figur seperti Benny Harman (14,6), Raymundus Fernandez (13,4), Esthon Feonay (6,7), Kristo Blasin (5,3), Melky Lakalena (5), Andre Garu (3,3) persen dan Adinda Lebu Rayaa (2,6) persen.

Kedelapan nama tersebut merupakan bagian dari 13 nama terpilih, yang berada di atas angka cut off  2 persen. Nama-nama lain yang meraih di atas 2 persen adalah Robert Marut, Marianus Sae, Valens Daki Soo, dan Marten Diratome.

Menurut Yanto, kadidat lain yang dipilih adalah Ahok dengan perolehan 5 persen.

“Ia merupakan satu-satunya kandidat dari luar NTT. Alasan memilih Ahok karena karakter kepemimpinan yang tegas dan antikorupsi,” ujar Yanto.

Populasi survei yang dilakukan sejak 23 April sampai 13 Mei 2017 itu adalah netizen yang berasal dari NTT, baik yang berdomisili di dalam maupun di luar NTT. Sampelnya berjumlah 436 responden.

Metode penarikan sampel, kata dia, adalah nonprobability sampling, khususnya teknik sampling aksidental dan metode pengumpulan data lewat kuisioner yang disebarkan kepada netizen melalui media sosial.

“Kuisioner tidak hanya dibagikan kepada perorangan, tetapi juga grup-grup media sosial netizen NTT,” katanya.

Sementara desain survei, kata dia, adalah cross sectional study. (ARJ/VoN).

Kota Kupang
Previous ArticleFraksi Gerindra DPRD TTU Sesalkan Sikap Arif Talan
Next Article Dinilai Cacat Hukum, PMKRI Desak Pansel Tinjau Kembali Kriteria Calon Sekda NTT

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.