Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Puluhan Warga Desa Tou Ende Terserang Penyakit Kolera
HEADLINE

Puluhan Warga Desa Tou Ende Terserang Penyakit Kolera

By Redaksi23 Mei 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Camat Kotabaru, Daniel Beri membenarkan sejumlah warga Desa Tou, Kampung Nuabaru terserang penyakit saluran pencernaan atau kolera.

Melalui telepon seluler, Camat Daniel menyatakan tiga korban saat ini sedang ditangani pihak medis di Puskesmas Kotabaru.

“Kami sudah menuju lokasi dan kami masih menunggu kepala puskesmas untuk mengatasi itu,”katanya, Selasa (23/5/2017).

Ia menjelaskan tiga korban tersebut diserang serentak pada tempat yang berbeda. Pihaknya tidak mengetahui penyebab serangan penyakit tersebut.

“Kami informasikan sudah tiga orang menjadi korban penyakit kolera. Kami masih menunggu kepala puskesmas,”tandas Camat Daniel.

Sementara informasi yang dihimpun, serangan penyakit secara tiba-tiba terjadi sejak Selasa (23/7) pagi. Sekitar 40 orang menjadi korban serangan penyakit tersebut.

Atas dasar itu, Direktur Flores Institute For Resources (FIRD) Ende, Vinsen Sangu berharap pihak pemerintah secepatnya untuk menangani wabah penyakit kolera. Hal ini diusulkan agar tidak menyerang masyarakat lainnya.

“Dari sisi kesehatan, memang itu adalah penyakit maka saya kira perlu ditangani secara cepat. Kita juga minta kepada beberapa pihak terkait seperti dinas kesehatan, sosial dan badan penanggulangan bencana daerah. Karena ini merupakan analisis masalah sosial,”katanya di Ende.

Ia juga berharap agar pemerintah membuat posko baik tingkat desa maupun camat sehingga bisa teratasi secara terarah dan terstruktur.***(Ian Bala/VoN).

Ende
Previous ArticleVeronika Menangis Saat Bacakan Surat Ahok untuk Pendukungnya
Next Article BKD NTT Tidak Tahu Soal Seleksi Sekda NTT

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.