Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kemendikbud Dampingi Gerakan Literasi Sekolah Pada Dua Kabupaten di NTT
NTT NEWS

Kemendikbud Dampingi Gerakan Literasi Sekolah Pada Dua Kabupaten di NTT

By Redaksi24 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Vinsensius Burmanse
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan pendampingan Gerakan Literasi Sekolah ( GLS) pada dua Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Adapun dua kabupaten tersebut adalah Kabupaten Manggarai Barat di SMA Negeri 2 Sano Nggoang dan SMA Negeri Noebana di Kabupaten Timor tengah selatan (TTS).

Kedua Kabupaten dan sekolah yang menjadi penyelenggara kegiatan ini merupakan sekolah yang berada pada daerah berkategori terdepan,terluar, dan tertinggal (3T).

“Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bertujuan untuk pemerataan mutu dan program pendidikan yang berfokus pada literasi untuk mengoptimalkan pelaksaanaan pemerataan pendidikan yang dicanangkan Pemerintah pusat,” kata Wendi Kuswendi,Kepala Seksi Pendidikan Khusus Direkorat pendidikan Menegah Kemendikbud RI di SMAN 2 Sano Nggoang, Selasa (23/05/2017)

Menurut Suwendi, melalui kegiatan pendampingan oleh Kemendikbud ini, Pemerintah pusat akan bisa melakukan pemetaan masalah pemerataan mutu pendidikan sehingga dapat di evaluasi oleh pemerintah pusat.

“Melalui pendampingan ini kita bisa memetakan persoalan seputar pemerataan mutu pendidikan di daerah-daerah tertinggal dan menjadi bahan evaluasi Kemendikbud,” jelasnya.

Dia menjelaskan, untuk sekolah-sekolah yang berada di daerah tertinggal masalah yang sering terjadi adalah keterbatasan akses dalam segala hal. Adapun keterbatan akses tersebut seperti akses informasi internet dan juga infrastuktur.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Sano Nggoang,Manggarai Barat NTT, Vinsensius Burmanse yang menjadi tuan rumah kegiatan pendampingan ini kepada wartawan berharap, dengan Gerakan Literasi menulis ini lembaga pendidikan mengambil peran penting sehingga siswa yang dihasilkan dapat berkualitas.

“GLS ini harapannya dapat menghasilkan siswa yang berkualitas, tidak sekedar hanya mendapatkan ijazah sehingga peran lembaga pendidikan menghasilkan manusia yang berkualitas itu benar-benar nyata,” jelas Burmanse. (Kontributor: Silvester Yunani/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleKetaatan Maria dan Politik “Keselamatan”
Next Article Breaking News: Sepasang Pemuda Ditemukan Tewas di Hotel Safari Ende

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.