Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Atasi Kemiskinan di NTT, Ibrahim Medah Andalkan Sektor Pertanian
NTT NEWS

Atasi Kemiskinan di NTT, Ibrahim Medah Andalkan Sektor Pertanian

By Redaksi13 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPD I Partai Golkar propinsi NTT Ibrahim Agustinus Medah saat memberikan sambutan dalam pembukaan dalam pembukaan rapimda partai Golkar TTU
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT- Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Ibrahim Agustinus Medah mengatakan, untuk mengatasi kemiskinan di provinsi itu harus mengelola intens bidang pertanian.

“Persoalan kemiskinan ini karena sektor pertanian di provinsi belum dimaksimalkan pengelolaannya,” ujar Ibrahim Medah saat membuka Rapimda Partai Golkar DPD II Timor Tengah Utara (TTU), Selasa (13/6/2017).

Dalam Rapimda yang digelar di gedung Golkar TTU kota Kefemenanu itu, Medah membeberkan kelemahan dalam sistem pengelolaan pertanian di NTT selama ini.

Menurut bakal calon gubernur NTT tersebut sistem pertanian hanya mengandalkan air hujan saja.  Sehingga, lahan yang dikelola pun tidak luas.

Guna mengatasi persoalan kekuarangan air tersebut, kata dia, diperlukan pembuatan embung dalam jumlah banyak, sehingga air hujan yang turun tidak langsung mengalir ke laut.

“Minimal di setiap dusun wajib ada 1 buah embung, saya tidak tahu kalau di Kabupaten TTU tapi kalau di kabupaten kupang ada sekitar 1400 dusun ,” kata Medah.

“Jadi kalau dari APBD kabupaten kupang yang Rp 1 triliun lebih dialokasikan Rp 65 miliar saja untuk beli 65 ekskavator untuk bangun embung, maka 1 tahun saja kalau fokus betul maka sudah bisa dibangun 1500 embung lebih,” tambahnya.

Selain membangun embung, Medah juga menawarkan pembudidayaan ubi ungu guna mengatasi persoalan kemiskinan yang ada di daerah itu.

“Saya akan pastikan di ketua DPD II agar semua petani di TTU bisa mendapat bibit ubi ungu untuk ditanam,” tukasnya. (Eman Tabean/VoN)

TTU
Previous ArticleNTT Disebut KPK Termasuk 10 Daerah Rawan Korupsi
Next Article Uskup Hubert: Perjuangan Gereja Tidak Boleh Luntur Karena Tantangan

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.