Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Fraksi PKB NTT Soroti Pertanggungjawaban Dana TdF
NTT NEWS

Fraksi PKB NTT Soroti Pertanggungjawaban Dana TdF

By Redaksi19 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, Vox NTT-Polemik penyelenggaraan Tour de Flores (TdF) yang akan dilangsungkan bulan Juli mendatang mendapat soroton dari Fraksi PKB DPRD Provinsi NTT.

Salah satu anggota Fraksi Yohanes Rumat kepada Vox NTT, Senin (19/06/2017) menyampaikan bahwa pendapat akhir fraksi PKB NTT tetap konsisten meminta pemerintah untuk mengevaluasi pertanggungjawaban dana TdF yang digelontorkan dari APBD.

“Anggarannya begitu besar dikeluarkan melalui APBD I  dan APBD II” kata Rumat.

Sebagaimana dijelaskan Rumat, Fraksi PKB DPRD NTT tidak setuju dengan ajang balap sepeda internasional itu karena sasaran jangka pendek maupun jangka panjangnya  tidak dapat diukur manfaatnya untuk masyarakat.

Menurut anggota DPRD dapil Manggarai Raya ini manfaat TdF pada akhirnya tidak dirasakan langsung maupun tidak langsung oleh rakyat Flores.

“Masyarakat kecewa dengan isu kegiatan TdF yang adalah kegiatan Nasional tapi nyatanya dana APBD satu dan dua yang di rampok” tegasnya.

Selain kecewa Rumat juga menilai gelontoran dana miliyaran rupiah itu tidak sebanding dengan perubahan yang terjadi di lapangan.

Dia mencontohkan fakta yang terjadi di kota Labuan Bajo dimana jalan dalam kota tidak diperbaiki, trotoar yang ambu radul, dan air minum bersih yang masih sulit.

Selain itu, kata dia, gelontoran dana pada kegiatan ini juga tidak diikuti penguatan kelembagaan asosiasi pariwisata oleh pemerintah sehingga tidak menciptakan multipel efek. (Andre/VoN).

Kota Kupang
Previous ArticlePresiden La Liga Tak Rela Cristiano Ronaldo Pindah
Next Article Yan Seran, Guru Berprestasi yang Mewakili NTT di Tingkat Nasional

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.