Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Peran DPRD Dapil Poco Ranaka Dipertanyakan
Regional NTT

Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Peran DPRD Dapil Poco Ranaka Dipertanyakan

By Redaksi21 Juni 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi jalan Watu Ci'e-Deno yang memprihatinkan (Foto: Nansianus Taris/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT– Peran anggota DPRD Manggarai Timur (Matim) dari Dapil II Poco Ranaka dan Poco Ranaka Timur dipertanyakan warga.

Warga menanyakan peran dan kinerja mereka lantaran hingga kini jalur Watu Ci’e-Deno di Kecamatan Poco Ranaka belum juga diperbaiki.

Yoakim Nama, warga desa Compang Laho mengatakan sudah belasan tahun kondisi jalur itu rusak parah. Hingga hari ini pun tidak ada kabar untuk diperbaiki.

“DPRD buat apa saja. Kenapa tidak berjuang memperbaiki jalan ini kepada pemerintah. Jalan sudah bagaikan kali mati. Sengsara sekali,” kata Yoakim kepada VoxNtt.com di Tanggar, Selasa (20/6/2017).

Sementara Alfons Joni, warga desa Golo Wune mengaku kesal karena jalan Watu Ci’e-Deno sudah rusak parah.

Padahal, jalan tersebut menghubungkan antara Kecamatan Poco Ranaka dan Poco Ranaka Timur serta Benteng Jawa-Lamba Leda tersebut sangat strategis untuk kepentingan ekonomi masyarakat.

“Saya kesal sekali dengan pemerintah. Jalan Watu Ci,e-Deno tidak kunjung diperbaiki. Sekarang kami harus jalan kaki 4 Km kalau mau ke Ruteng. Karena tidak ada lagi kendaraan yang berani masuk di desa kami,” kata Alfons kepada VoxNtt.com, Rabu (21/6/2017).

Menurut Alfons, jalan itu sudah bagaikan kali mati. Ketika musim hujan bagai kubangan kerbau.

“Kami rencana mau tanam pohon pisang dan padi di sepanjang jalan yang kondisinya sudah terkubang,” tegas Alfons.

Dia menambahkan, rusaknya jalan Watu Ci’e-Deno sudah berkali-kali diajukan ke pemerintah. Namun tak kunjung diperhatikan. Bahkan kerusakannya semakin parah.

“Jalan ini sering diajukan kepada pemerintah dan sering dilewati anggota dewan, tetapi tak pernah ada perhatian,” imbuhnya.

Sementara itu, anggota DPRD Matim Dapil Poco Ranaka, Marsel Tegor berpendapat bahwa pemerintah semestinya memperhatikan jalur Watu Ci’e-Deno. Sebab, jalur tersebut sudah rusak parah.

“Sudah sejak lama masyarakat mengalami penderitaan soal itu. Namun sampai saat ini pemerintah belum begitu serius untuk memperhatikan jalur tersebut,” kata Marsel.

Padahal jalur tersebut kata dia, merupakan jalur ekonomi yang menghubungkan beberapa desa di Poco Ranaka dan wilayah Poco Ranaka dengan kecamatan yang lainnya.

“Sebenarnya di sisa waktu periode kedua ini pemerintah senantiasa menaruh perhatiannya untuk menyelesaikan soal itu,” kata Marsel.

Lanjut Marsel, sebagai wakil rakyat Poco Ranaka tentunya sudah berusaha memperjuangkan kondisi jalan Watu Ci’e Deno. Namun, belum membuahkan hasil.

“Kami pasti berjuang dan berjuang terus soal kondisi jalan itu. Masyarakat diharapkan bersabar. Itu pasti diusahakan,” kata Marsel.

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas PU Matim saat dikonfirmasi VoxNtt.com di ruang kerjanya, Rabu, mengatakan tahun ini jalan Watu Ci’e-Deno belum bisa diperbaiki.

“Kita kendala di anggaran. Namun, jalan itu tetap diperhatikan oleh pemerintah. Masyarakat diharapkan bersabar,” kata Marto. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleMinta Dukungan Pemekaran Desa, Warga Lape Datangi Bupati Nagekeo
Next Article Lubang Masih Menganga Tengah Jembatan Lowo Kasa Aeramo

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.