Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Di Ende, 10 Orang Cacat Katolik Turut Hadir Acara Buka Puasa Kebangsaan
HEADLINE

Di Ende, 10 Orang Cacat Katolik Turut Hadir Acara Buka Puasa Kebangsaan

By Redaksi22 Juni 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ratusan umat Muslim membuka puasa kebangsaan yang digelar TNI di Lapangan Pancasila Ende (Foto: Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Upacara buka puasa kebangsaan yang digelar oleh TNI di Lapangan Pancasila Ende Flores dihadir sejumlah elemen masyarakat.

Pangdam IX Mayor Jenderal TNI Komandan Simanjunta, Komandan Korem 161 Wirasakti, Brigjen TNI Teguh Mujiangkasa serta Forkompinda Ende juga turut hadir.

Dari ratusan umat, sepuluh diantaranya orang cacat dari Panti Asuhan Alma Ende.

Gaspar Ga’a, salah seorang cacat fisik mengaku baru pertama kali diundang mengikuti buka puasa bersama.

Buka puasa bertakjub kebangsaan ini, kata Gaspar, sangat berarti baginya dan sembilan teman lainnya.

“Saya dengan teman-teman tentu bangga atas penghargaan ini. Ini wujud dari hidup keberagaman,”kata Gaspar yang mengaku warga Nagekeo.

Ia menjelaskan, kegiatan buka puasa bersama membawa nilai yang positif. Rasa kebersamaan dan persaudaraan menjadi dasar dalam kehidupan dia di Panti Asuhan Alma.

“Hidup kebersamaan kami di panti menjadi sudah melekat pada diri masing-masing,”katanya di Lapangan Pancasila Ende, Kamis (22/6/2017) sore.

Hal serupa diungkapkan Marianus Wela Ngasu, seorang cacat mental asal Kecamatan Detukeli Ende.

“Ya, kami berterima kasih sudah mengundang kami. Kita berbeda tetapi kita saudara,”katanya berpesan. (Ian Bala/VoN)

Ende
Previous ArticleTour de Flores dan Etape Mitos Pariwisata
Next Article Dinas Pendidikan NTT Siap Terapkan Juknis Rombel Setiap Sekolah

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.