Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Dua Desa di Ujung Utara Poco Ranaka Masih Terisolasi
HEADLINE

Dua Desa di Ujung Utara Poco Ranaka Masih Terisolasi

By Redaksi22 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jalan menuju Desa Golo Ndari dan Desa Melo yang memprihatinkan (Foto: Nansianus Taris/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Sampai saat ini, dua desa di ujung utara Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) masih terisolasi. Kedua desa tersebut yakni, Desa Melo dan Golo Ndari.

Pantauan VoxNtt.com baru-baru ini, kendaraan tidak bisa lewat menuju dua desa tersebut.

Kendati sudah telford 6 tahun lalu, namun jalan tampak curam dan dipenuhi rumput liar yang menjalar ke badan jalan.

Selain itu, beberapa kali besar juga harus disebrangi tanpa ada jembatan permanen. Masyarakat pun tidak mau menggunakan jalan itu sebagai akses transportasi ke Ruteng. Padahal aksesnya lebih dekat dan dipastikan ongkos semakin murah.

Ovan Vano dan Fan Tarsi, warga desa Golo Ndari mengatakan dua desa di ujung utara Poco Ranaka itu masih sangat isolasi.

“Hingga hari ini, kendaraan belum bisa masuk di sini. Paling kendaraan roda dua saja. Itu pun karena terpaksa. Kami merasa belum merdeka,” kata Ovan.

Ovan mengaku, infastruktur jalan  menuju dua Desa Melo dan Golo Ndari sangat memprihatinkan. Betapa tidak, medan jalan yang cukup curam dan masih berbatu menyulitkan warga akses menuju kota.

Selain itu, warga juga kesulitan untuk menjual hasil pertanian karena mobil tidak sampai di kampung-kampung di dua desa tersebut.

“Kami belum merdeka. Warga di desa ini sudah lama merindukan jalan beraspal,” ujar Ovan.

Baca: Demi Sekolah, Anak-anak Desa Melo Bertaruh Nasib di Sungai

Padahal, kedua wilayah desa  itu kata dia  kaya akan hasil pertanian. Tetapi tetap mengalami kendala transportasi.

“Kami juga masih menunggu pemerintah daerah terkait program pengaspalan jalan menuju dua desa tersebut.  Sampai sekarang  kami belum menikmati jalan yang mulus seperti masyarakat lainnya di wilayah Matim,” katanya

Akibat dari itu, kata Ovan, harga barang juga naik dan berdampak pada ekonomi masyarakat. Karena harus membayar orang lagi memikul hasil pertanian menuju jalan utama, jika hendak dijual di kota Ruteng.

Terpisah, warga Rai Polus Taus saat ditemui VoxNtt.com di kampung itu mengaku kecewa dengan pemerintah. Warga Rai menganggap hingga kini mereka belum punya pemerintah lantaran tak kunjung mengaspalkan jalan.

“Bayangkan, kami di sini masih minim air keruh. Jaraknya juga sekitar 2 km. Sengsara betul kami di sini,” kata Polus.

Bukan saja jalan aspal dan air minum bersih yang dibutuhkan, namun warga juga merindukan listrik.

“Listrik belum ada. Jalan belum diaspal. Kapan kendaraan bisa masuk di kampung ini. Haruskah kami ditinggalkan oleh pembangunan? Atau kami dibuang terus,” tukas Polus. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticlePeduli Kebersihan, Asita Mabar Sumbang Mesin Potong Rumput
Next Article Dana Rp 45 Miliar, Pemkab TTU Segera Bangun 3000 Rumah Layak Huni

Related Posts

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026

PDI Perjuangan Manggarai Timur Dirikan 22 Dapur Umum untuk Korban Gempa Flores

18 Agustus 2026

Gempa Retakkan Halaman Kampung Tango Bali, 32 Rumah Warga Hancur

17 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.