Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»​BKH dan DPC Partai Demokrat Ende Kunjungi Pesantren Walisongo
NTT NEWS

​BKH dan DPC Partai Demokrat Ende Kunjungi Pesantren Walisongo

By Redaksi29 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, Vox NTT-Dalam kunjungannya ke kabupaten Ende, anggota DPR RI Dr. Benny K. Harman, SH mengunjungi pondok pesantren Walisongo yang terletak di dekat kaki Gunung Meja Kota Ende pada Kamis, (29/06/2017).

Dalam kunjungan tersebut, BKH ditemani istrinya, Dr. Drg Ernawati Harman dan segenap jajaran DPC Partai Demokrat Ende. Mereka diterima oleh Ketua Yayasan Ponpes, Nona Eka.
Pesantren tersebut, menurut keterangan Nona Eka merupakan pesantren tertua di NTT. 

“Pesantren Walisongo ini didirikan sejak tahun 1981 oleh almarhum ayah saya, Haji Mahmud Eka”, jelasnya.

Nona Eka menceritakan bahwa pesantren ini didirikan sebagai hasil dari pergaulan almarhum Haji Mahmud dengan P. Ben Back, SVD, Sr. Benedikta, CY, teman kelas di Sekolah Rakyat (SR) di Solor, P Nikolaus Hayon, SVD, para Suster Ursulin, dan masih banyak yang lain yang berkarya di daratan Flores.

“Apa yang telah dimulai oleh bapak, kami tetap pertahankan. Kami akan selalu membuka diri dengan pihak gereja karena itu bukan sekedar warisan dari bapak tetapi juga soal nilai kemanusiaan, persahabatan dan solidaritas dengan sesama”, ujar Nona Eka.

Beliau menjelaskan bahwa nilai kemanusiaan tidak bisa disekat-sekat oleh agama ataupun suku. Bahkan, tambahnya, sejak lama ponpes ini sudah bekerja sama dengan komunitas Societas Verba Divini (SVD).

“Setiap tahun kami mendapatkan dua (2) orang frater TOP sebagai tenaga pendidik dari STFK Ledalero di Maumere. Frater-frater TOP ini adalah pembina anak-anak di sini. Mereka tinggal, makan dan tidur bersama anak-anak pesantren ini. Bahkan sebagian gedung ini pada tahun lalu merupakan sumbangan dari Vatikan. Ini bukan hal aneh. Kami sudah terbiasa menerima dan hidup dalam perbedaan,” kisahnya.

Mendengar berbagai kisah tersebut, BKH menyampaikan bahwa Ponpes Walisongo Ende ini merupakan praktek kebhinekaan yang nyata dilihat. 

“Indonesia ini perlu belajar banyak dari Ende, tempat sukarno dibuang oleh penjajah Belanda”, ucapnya. (Andre/VoN).

Kota Kupang
Previous ArticleRuas Jalan Kefamenanu-Nunpo Selesai Diperbaiki
Next Article Rivani Bistolen Sebut Keunikan Budaya Merupakan Keunggulan Wisata NTT

Related Posts

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.