Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Titian Bambu Dibongkar, Kades Wae Rasan Desak Pemkab Matim Segera Tertibkan
NTT NEWS

Titian Bambu Dibongkar, Kades Wae Rasan Desak Pemkab Matim Segera Tertibkan

By Redaksi5 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kades Wae Rasan, Thomas Loma saat menyampaikan tuntutan di ruangan Komisi A DPRD Matim (Foto: Nansianus Taris/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Kepala Desa Wae Rasan kecamatan Elar Selatan, Thomas Loma mendatangi kantor DPRD Manggarai Timur (Matim), Sabtu 24 Juni 2017 lalu.

Kades Thomas Loma mengaku ia datang untuk mendesak DPRD dan Pemkab Matim segera menertibakan warga di perbatasan yang sudah membongkar titian dari bambu.

Titian itu dibangun oleh Kapolres Manggarai AKBP Marselis Sarimin Karong bersama Kapolsek Elar Petrus Amir, Babinsa Elar Selatan Edy de Jesus, Camat Elar Selatan Adolfus J Tahu, dan sejumlah masyarakat beberapa waktu lalu.

Baca: Kapolres Manggarai Bangun Titian di Perbatasan Matim dan Ngada

Dia mengatakan, jembatan darurat itu dibangun agar akses warga ke Kabupaten Ngada bisa kembali berjalan normal. Demikian sebaliknya.

Sebab, sudah tujuh tahun jalan itu tidak dimanfaatkan akibat dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Namun tidak lama kemudian, setelah Kapolres Marselis perbaiki warga Ngada sebelah Wae Rasan langsung merusak titian itu dan membuat pagar. Akibatnya akses transportasi kembali lumpuh.

“Nah, sekarang, apa kiat Pemda Matim dan bapak dewan Matim?,” ujar Kades Thomas kepada VoxNtt.com di kantor DPRD Matim, Rabu (5/7/2017).

Karena itu, ia dan warga Wae Rasan mendesak Pemkab dan DPRD Matim untuk melakukan koordinasi dengan Bupati, DPRD, dan instansi terkait di Ngada. Ini bertujuan agar segera duduk bersama mencari jalan keluar masalah antar warga di daerah perbatasan Matim dan Ngada itu.

“Bukan soal perbatasan. Tetapi soal akses di jalan provinsi (NTT) ini dibuka. Itu saja tuntutannya,” tukasnya.

Dikatakan Kades Thomas, bagi warga Desa Wae Rasan pembagunan titian tersebut bukan karena kepentingan politik

Tetapi kebutuhan riil masyarakat untuk bisa dilalui kendaraan roda dua. Kata dia, masyarakat tidak mengetahui politik, tetapi manfaat jembatan tersebut sangat dibutuhkan.

“Hampir seminggu para pengendara sudah melintas dengan aman. Namun beberapa hari lalu warga kembali merusak. Hal itu membuat warga marah dan mendesak pemerintah dan DPRD Matim segera mengamankan warga yang merusak titian itu,” kata Thomas.

Baca: Ampera Kecam Keras Tindakan Kapolres Manggarai

Menurut dia,  sejak tahun 2010 lalu  jembatan Wae Bakit dirusak oleh warga Ngada yang mengklaim kepemilikan wilayah tersebut.

Setelah mereka membangun tugu perbatasan, mereka merusak oprit pada sisi timur jembatan sehingga jembatan  tak bisa lagi dilalui kendaraan.

“Adapun sepeda motor yang melintas antara wilayah Matim dan Ngada harus melewati kali dengan menggunakan jasa pikul sepeda motor dengan  bayaran antara Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu,” kata Thomas. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticlePemuda Katolik Denpasar Gelar Pentas Seni Bertajuk Numero Uno
Next Article Lelang Jabatan di Mabar Jangan Sekedar Formalitas

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.