Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Enam Tahun Jalan Desa di Rana Mese Dibiarkan Rusak
Regional NTT

Enam Tahun Jalan Desa di Rana Mese Dibiarkan Rusak

By Redaksi11 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jalan rusak menuju Desa Golo Rutuk, Compang Teber dan Bangka Kempo (Foto: Nansianus Taris/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Sudah enam tahun jalan menuju tiga desa di kecamatan Rana Mese dibiarkan rusak dan tidak kunjung diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim).

Akses transportasi itu menuju desa Golo Rutuk, Compang Teber, dan Bangka Kempo.

Warga desa Compang Teber, Maksi dan Martinus kepada VoxNtt.com, Selasa (11/7/2017) mengatakan jalan menuju tiga desa itu sudah lama rusak parah.

Namun hingga hari ini tidak kunjug diperhatikan oleh Pemda Matim.

“Kami bingung. Apakah kami ini bagian dari daerah ini. Kalau bagian dari daerah, mengapa kami dianaktirikan dari pembangunan,” kata Martinus.

Dia menyampaikan hampir di sepanjang ruas jalan menuju desa tersebut rusak parah dengan lubang-lubang besar menganga.

Bahkan hampir seluruh material aspal di jalan desa tersebut sudah tidak terlihat lagi karena terkupas keluar.  Yang tersisa hanyalah material tanah dan bebatuan.

Akibat kondisi jalan rusak tersebut kata Martinus, seringkali mengakibatkan terjadi kecelakaan lalu lintas (Lakalantas).

Pengendara bermotor roda dua tidak sedikit yang terjatuh. Sepeda motor mereka terseret di kerikil yang berserakan di bahu jalan.

“Aspalnya sudah hilang semua. Hanya kerikil saja dan batu yang bisa ancam keselamatan pengendara,” kata Martinus .

Padahal kata dia, jalan itu merupakan akses utama transportasi warga tiga desa menuju Ruteng dan Borong.

“Ini saja jalan menuju Kota. Kalau pun sudah parah begini, terpaksa tetap melintas. Karena tidak ada pilihan lain,” tukasnya.

“Kami berharap dan memohon kepada pemerintah  agar turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi jalan di desa kami, dan memperbaikinya,” kata Martinus.

Menurut dia, pengaspalan jalan itu saat Matim belum dimekarkan dari kabupaten induk Manggarai.

“Ini buah karya dari pemerintah Manggarai dulu. Sedangkan untuk Pemda Matim belum ada,” katanya. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleMangkir Saat Rapat Paripurna, Warga Kecam DPRD Matim
Next Article Mantan Ketua DPRD Nagekeo Undur Diri dari PDIP

Related Posts

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.