Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Mobil Ambulans Tilir Parkir di Rumah Pribadi, Keluarga Pasien Gawat Darurat Kesal
KESEHATAN

Mobil Ambulans Tilir Parkir di Rumah Pribadi, Keluarga Pasien Gawat Darurat Kesal

By Redaksi14 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi mobil ambulans
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Warga Tilir Desa Benteng Riwu Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mengaku kecewa dan kesal dengan pihak puskesmas Tilir.

Kekesalan itu muncul lantaran dua pasien gawat darurat yang membutuhkan bantuan mobil ambulans, malah mobil dinas itu diparkir di rumah pribadi.

Efrem, salah satu warga Tilir kepada VoxNtt.com melalui telepon, Kamis (13/7/2017) menceritakan dua pasien gawat darurat di puskesmas Tilir itu yakni; satu dirawat tanggal 9 Juli jam 3 sore. Dia pasien infeksi saluran kencing.

Kedua, tanggal 12 juli jam 12 malam, pasien pendarahan. Kemudian kedua pasien tersebut mau dirujuk ke rumah sakit tapi terkendala mobil ambulans.

“Ambulans milik puskesmas Tilir  tidak berada di tempat. Informasinya parkir di rumah sopir kebetulan Kepala puskesmas juga satu kampung denganya,” kata Efrem.

Lebih parahnya lagi, kata Efrem saat ditelepon oleh petugas, sopir hanya menjawab bahwa dirinya capeh.

“Aneh sekali. Kenapa dia terima tugas kalau tidak selau siap bekerja. Apalagi ini melayani maayarakat. Dia kan digaji. Kami sangat kesal dengan alaasan sopir itu. Kalau begitu berhenti saja. Masih ada orang lain yang mau bekerja,” tukasnya.

Dikatakan Efrem, pihak keluarga pasien infeksi saluran kencing terpaksa menyewa mobil pick up milik Pastor Paroki setempat dengan Rp 400 ribu.

Kemudian pasien pendarahan memakai mobil dana DAK milik Pemda Matim dengan biaya sebesar 700 ribu.

“Mobil kayu dana DAK milik Pemda Matim juga tidak tahu pengelolanya siapa dan dipertuntukan ke siapa,” kata Efrem.

Dia berharap Pemkab Matim bisa menindak tegas pihak puskesmas Tilir yang lalai melayani masyarakat. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleOknum Kades Jak Miomafo Timur Diduga Markup Harga Beli Sapi
Next Article Pembangunan Kesehatan Sebagai Investasi Kualitas SDM

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.