Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Penyaluran Bantuan Rumah di Satar Peot Diduga Pilih Kasih
Regional NTT

Penyaluran Bantuan Rumah di Satar Peot Diduga Pilih Kasih

By Redaksi14 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aurelius Fernandes, Kadis Pertanahan, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Matim (Foto: Nansianus Taris/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Bantuan perumahan stimulan untuk rumah yang tidak layak huni di Kelurahan Satar Peot, Kecematan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) tahun 2017 diduga pilih kasih.

Kamilus Nokor, warga Kelurahan Peot mengatakan bantuan perumahan di tempatnya  tahun 2017 ini dinilai pilih kasih dan tidak tepat sasaran.

Terbukti, ada warga yang rumahnya masih layak dihuni malah mendapat bantuan rumah. Namun, kata Kamilus, rumah warga yang tidak layak huni seolah diabaikan.

“Di Peot ini, banyak warga yang rumahnya darurat dan harus dibantu. Ada beberapa janda dan jompo di kelurahan ini yang rumahnya hanya berdinding bambu dan berlantaikan tanah. Mereka yang sebenarnya layak dibantu,” kata Kamilus kepada VoxNtt.com, Kamis (13/7/2017).

Menurut dia, kondisi itu menunjukkan adanya pilih kasih yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait penerimaan bantuan rumah murah.

“Bapak bisa lihat sendiri bagaimana kondisi rumah beberapa janda dan jompo itu. Kondisi rumah mereka malah tidak perhartikan dan terkait rumah dalam program bedah rumah tersebut,” imbuh Kamilus.

Sebab itu, Kamilus berharap kepada pemerintah dan pihak- pihak terkait yang berada dalam bidang program bedah rumah agar lebih memperhatikan dan membantu warga yang lebih layak menerima.

“Semoga ke depan bantuan seperti ini bisa tepat sasaran. Dan bukan malah diberikan kepada orang-orang yang rumahnya layak dihuni,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanahan, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Matim Aurelius Fernandes mengatakan pihaknya menerima data-data penerima bantuan rumah dari Dinas PU dan Bappeda Matim. Karena sebelumnya urusan perumahan rakyat ditangani oleh dua dinas tersebut.

” Kami hanya memverifikasi. Karena tahun 2017 baru dinas ini berdiri sendiri,” pungkas Fernandes.

Ia membantah tudingan warga yang menyebut bantuan rumah itu terkesan pilih kasih. Sebab menurut dia, sebelum menentukan layak dan tidak masyarakat dibantu, pihak dinas melakukan verifikasi faktual.

“Dari yang tidak layak kita pilih yang paling tidak layak. Kalau rumahnya masih layak, kita pindah ke yang sudah reyot,” katanya.

Dia mengaku, yang terjadi adalah adanya perbedaan kondisi faktual. Dulu dengan sekarang kondisinya berbeda. Petugas dinas melakukan cek langsung di lapangan.

“Mungkin dulu rumahnya tidak layak huni, tetapi sekarang sudah lantai semen juga setengah tembok. Maka, kita harus cari yang kondisinya belum permanen. Seperti ; lantai tanah, dinding bambu, dan atap bambu,” tegas Fernandes. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleGugatan Sengketa Tanah Puni Dicabut Tim Kuasa Hukum
Next Article Oknum Kades Jak Miomafo Timur Diduga Markup Harga Beli Sapi

Related Posts

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
Terkini

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.