Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»75% Desa di TTU Belum Gulirkan Dana Saritani
NTT NEWS

75% Desa di TTU Belum Gulirkan Dana Saritani

By Redaksi27 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana sidang pertanggung jawaban di DPRD TTU. (Foto: Eman)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Sekitar 120 desa dari total 161 desa, atau 75 %  desa di Kabupaten TTU yang mendapatkan alokasi dana desa mandiri cinta petani (Saritani ) hingga saat ini belum digunakan secara efektif.

Padahal dana tersebut dialokasikan untuk digulirkan kepada kelompok masyarakat, sekaligus sebagai bantuan modal usaha bagi masyarakat desa.

Semua masyarakat desa berhak untuk mendapatkan kesempatan untuk mengelola dana bergulir tersebut. Karena itu, harus terus digulirkan. Jika ada kelompok yang belum, dana itu digulirkan lagi kepada mereka.

Kuat dugaan, macetnya pengelolaan dana tersebut karena ada oknum aparat di tingkat desa yang turut memberi andil dalam menghambat perguliran dana, yang diperuntukan bagi pemberdayaan masyarakat tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh kepala dinas pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa, Juandi David saat menjawab pertanyaan dari anggota DPRD TTU, Yasintus Naif saat sidang pertanggung jawaban anggaran, Kamis(27/07/2017) di ruang sidang utama DPRD TTU.

“Mungkin karena ada aparat desa yang masuk anggota kelompak dan dapat dana tersebut, makanya saat ditagih oleh pendamping sari tani dia sengaja hambat, ini yang menjadi kendalanya”tegas Juandi.

Ia pun membantah bahwa kalau lambannya kerja dari para pendamping desa menjadi penyebab perguliran dana itu terhambat.

Terpisah bupati Raymundus Sau Fernandes, saat dimintai tanggapannya di sela-sela sidang mengungkapkan dirinya sangat menyesalkan apabila informasi bahwa ada oknum aparat desa yang sengaja menghambat perguliran dana dimaksud itu benar adanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya akan segera memerintahkan kepala dinas PMD, agar mengusut siapa sebenarnya oknum aparat desa tersebut dan jika ketahuan maka oknum tersebut akan diberi sanksi tegas.

“Saya tidak main-main, saya akan tindak tegas dengan mencopot oknum aparat tersebut, siapapun dia,”tegas Ray.(Eman/VoN)

TTU
Previous ArticlePater Rus OSM, Kado Terindah Buat Laranwutun dan SDK St. Yusuf Waipukang
Next Article Christ Rotok Tidak Yakin Jalan Provinsi NTT Ruteng-Iteng Pindah Lokasi

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.