Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ini Alasan Pembangunan Cross Way di Wae Musur Tersendat
Regional NTT

Ini Alasan Pembangunan Cross Way di Wae Musur Tersendat

By Redaksi29 Juli 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kadis PUPR Matim, Yosep Marto (Foto: Nansianus Taris/ VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Manggarai Timur (Matim), Yoseph Marto menyampaikan alasan tersendatnya pembangunan Cross Way atau Limpasan di Wae Musur Kecamatan Rana Mese.

Menurut Marto, pembangunan limpasan yang membelah kali Wae Musur tersebut bukan tidak dilanjutkan.

Hanya saja pekerjaan berhenti untuk sementara waktu lantaran cuaca kurang bersahabat. Pekerjaan limpasan Wae Musur kata dia tetap akan dilanjutkan.

“Kalau hujan pasti banjir bandang di sana. Apalagi airnya sangat deras. Sehingga sulit bagi kami untuk bekerja,” kata Marto melalui pesan WhatsApp, Sabtu (29/7/2017).

Karenanya, ia meminta masyarakat sebelah Wae Musur agar bersabar, sebab pembangunan limpasan akan dilanjutkan.

“Hari Senin depan ini kita lanjutkan pekerjaan di sana,” katanya.

Marto sendiri berterima kasih kepada masyarakat karena terus mengkawal dan peduli dengan pembangunan limpasan di Wae Musur.

“Wajar kalau masyarakat tuntut. Karena itu menjadi hak dan kebutuhan mereka,” kata Marto.

Baca di sini sebelumnya….

(Nansianus Taris/AA/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleTarian Iki Mea Warnai Penutupan HUT Koperasi di Nagekeo
Next Article Warga di Perbatasan Matim Merasa Dianaktirikan dari Pembangunan

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.