Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Mensi Anam Akui Pemkab Matim Belum Beri Kontribusi Signifikan untuk Warga Elar Selatan
Regional NTT

Mensi Anam Akui Pemkab Matim Belum Beri Kontribusi Signifikan untuk Warga Elar Selatan

By Redaksi3 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD Matim, Mensi Anam (Foto: Facebook Mensi Anam)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Anggota DPRD Manggarai Timur (Matim), Frumensius Frederik Anam mengakui selama ini pemerintah belum memberikan kontribusi signifikan untuk warga kecamatan Elar Selatan.

Kontribusi tersebut terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

Karenanya, anggota DPRD Matim asal kecamatan Lamba Leda itu meminta maaf kepada rakyat di kecamatan Elar Selatan.

“Saya meminta maaf kepada seluruh warga Elar dan Elar Selatan kalau selama ini merasa kurang diperhatikan dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan,” ujar Mensi dalam sambutannya pada syukuran pelantikan Kepala Desa Mosi Ngaran-Elar Selatan pada 27 Juli lalu.

Permintaan maaf Mensi Anam terutama pula, mungkin saja selama dua periode sebagai anggota DPRD belum memperjuangkan serius kebutuhan infrastruktur jalan dan jembatan di Elar dan Elar Selatan.

Padahal, DPRD kata dia sebagai salah satu unsur penyelenggara pemerintahan.

“Saya tentu malu dan merasa capeh melewati jalan buruk ini. Saya tidak sanggup menyatakan cita-cita dan impian di sini. Takut dicibir. Takut tidak dipercayai,” ujar politisi Hanura itu.

Sebab itu, dia berharap ke depan di Pilkada Matim 2018 akan ada pemimpin yang mau membangun Matim dari perbatasan, pinggiran, dan terpencil seperti kecamatan Elar dan Elar Selatan tersebut.

Menurut dia, masyarakat Elar dan Elar Selatan harus bangkit bersama serta bersatu membangun komitmen dalam memilih pemimpin yang mau membangun dari perbatasan, pinggiran dan terpencil.

“Kalau mau buat kontrak politik. Lakukanlah,” ajak Mensi. (Nansianus Taris/AA/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleLaiskodat: Kader Nasdem Dilarang Minta Proyek
Next Article Pemkab Sikka Diminta Sulap Lahan di Kota Baru Jadi Tempat Parkir

Related Posts

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.