Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Polisi Usut Penyelewengan Dana Bansos di Dinas Pertanian Mabar
HEADLINE

Polisi Usut Penyelewengan Dana Bansos di Dinas Pertanian Mabar

By Redaksi11 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Dutanews)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Kepolisian Resort (Polres) Manggarai Barat (Mabar) kini tengah mengendus dugaan penyelewengan Bantuan Sosial (Bansos) Kedelai senilai sekitar Rp 1 milyar lebih, pada Dinas Pertanian Kabupaten Mabar.

Dana yang bersumber dari  Pemerintah Pusat itu, sedianya disalurkan ke puluhan Kelompok Tani (Poktan) di sejumlah Kecamatan di Mabar. Namun sayangnya tanaman tersebut tidak tumbuh.

Kepala  Satuan (Kasat) Reskrim Polres Mabar, Iptu I Dewa Gede Ditya, S. IK saat dikonfirmasi membenarkan adanya upaya pengusutan kasus dugaan penyelewengan dana Bansos tersebut.

Sejauh ini, upaya pengusutan yang dilakukan pihaknya masih dalam tahap tengah pooling data, dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) dari pihak Dinas Pertanian dan para Poktan di wilayah Mabar.

”Kita sedang pooling data dan Pulbaket. Kita fokus saja terlebih dahulu,” ungkap Ditya melalui pesan singkatnya kepada VoxNtt.com, Jumat (11/8/2017).

Baca: Dinas Pertanian Dinilai Penyebab Gagalnya Proyek Bansos di Mabar

Dijelaskan, Reskrim sedang meminta Data dan petunjuk teknis proyek Bansos itu pada Dinas Pertanian Mabar. Pihaknya belum memanggil pihak terkait yang terlibat dalam proyek itu, untuk dimintai keterangan.

Ditya mengaku, belum berani menyampaikan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus dugaan penyelewengan dana Bansos tersebut.

Yang jelas, Polisi terus bekerja dalam Pubket itu untuk mengetahui nama-nama yang terlibat dalam proyek Bansos itu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mabar, Angelus Apul  mengku tanaman Kedelai tidak tumbuh lantaran curah hujan tinggi.

Baca: Bansos Kedelai 1 Miliar Lebih di Mabar Tidak Tumbuh

Menurutnya, tanaman kedelai ditanam oleh Poktan bertepatan dengan curah hujan yang tinggi saat itu.

Dari total 2. 000 Hektar Area (Ha) baru 700 Ha yang sudah ditanami oleh Puluhan Poktan di Mabar. Tanaman kedele itu yang tumbuh ada beberapa desa di  Kecamatan Sano Nggoang.

Apul mengaku, sisa tanaman kedelei itu baru ditanam bulan Oktober 2017 nanti.

Sementara Stefanus Senaju, Ketua Poktan Moeng Mose di Desa Golo Lajang, Kecamatan Macang Pacar bulan lalu mengaku kelompoknya mendapat 500 Kg bibit kedelai dengan luas area, 10 Ha. Namun, sayangnya tanaman kedelai itu tidak tumbuh.

Senajun mengaku, tanaman kedelai itu didatangkan dari Bima, Propinsi NTB. Usai pihaknya menanam kedelai, pihak penyuluh pertanian tidak pernah mengecek tanaman kedelai itu.

Selain itu, Senaju mengaku Proposal Kedelai itu juga dibuat oleh pihak Dinas Pertanian Mabar. Anggota Poktan Moeng Mose hanya ikut menandatangani proposal itu. (Gerasimos Satria/VoN)

 

Manggarai Barat.
Previous ArticleDiduga Jadi Aktor Intelektual Intimidasi Warga Naiola Timur, Ray Fernandes Dikecam DPRD TTU 
Next Article Entah Kenapa, Ende Sare Lebih Indah Daripada Ende Rore

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.